SPONSORED

Marc Marquez Buka-bukaan Soal Cedera dan Keputusan Balap

Notifikasi
Ifan Apriyana
Ifan Apriyana
0
Marc Marquez Buka-bukaan Soal Cedera dan Keputusan Balap
TO NEWS OVERVIEW
© Gold and Goose

Marc Marquez menegaskan bahwa keputusannya untuk terus membalap di MotoGP adalah pilihannya sendiri, bukan karena tekanan pihak lain. Juara dunia sembilan kali itu juga mengaku tidak marah ketika Ducati menyiarkan momen dirinya mengeluh soal lengan kanannya yang tak bisa dikendalikan di Silverstone. Baginya, itu adalah konten yang disukai penggemar.

Semua bermula dari video Inside Ducati edisi Silverstone, di mana Marquez terdengar berkata, "Saya berisiko terjatuh. Saya tidak punya kendali atas lengan kanan saya." Setelah itu, ia memutuskan untuk mempublikasikan foto di gym yang menunjukkan atrofi otot dan bekas luka di lengan kanannya. Keputusan ini mengejutkan banyak pihak, karena Marquez biasanya sangat tertutup soal kelemahannya.

Dokter bedahnya, Samuel Antuna, kemudian memberikan penjelasan mendetail kepada El Periodico. "Masalah terbesar Marc adalah ia kehilangan kekuatan bisep setelah kecelakaan di Indonesia 2025. Ungkapan bahwa Marc saat ini membalap dengan satu setengah lengan akurat menggambarkan kondisi lengan kanannya," ujar Antuna. Cedera tersebut telah membuat Marquez menjalani tujuh operasi, yang terakhir pada Mei lalu.

Marc Marquez Opens Up on Injury and Decision to Keep Racing
Read AlsoMarc Marquez Opens Up on Injury and Decision to Keep Racing

Meski demikian, Marquez menegaskan bahwa keputusan untuk terus membalap adalah murni keinginannya. "Itu keputusan saya untuk melanjutkan. Tidak ada yang menodongkan pisau ke leher saya dan berkata, 'Kamu harus balap!'," tegasnya. Ia menambahkan bahwa saat ini ia masih merasa kompetitif dan menikmati passion-nya. "Dengan kondisi yang saya miliki, saya berusaha maksimal setiap akhir pekan," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Pembalap Spanyol itu juga menyadari bahwa persaingan di MotoGP semakin ketat. "Pembalap muda dan yang akan datang semuanya sangat cepat. Jadi saya perlu bekerja lebih keras untuk mencapai apa yang saya inginkan, yaitu menang. Dulu itu seperti insting alami," jelasnya. Namun, ia menegaskan bahwa ia masih menikmati balapan dan akan terus berusaha.

Musim ini, Marquez telah meraih tujuh kemenangan dan secara matematis bisa merebut puncak klasemen MotoGP untuk pertama kalinya musim ini dari Jorge Martin di Misano akhir pekan nanti. Dengan performa yang tetap kompetitif meski kondisi fisiknya tidak ideal, Marquez membuktikan bahwa tekad dan pengalamannya masih menjadi senjata utama.

Keputusan Marquez untuk terbuka soal cederanya juga mendapat reaksi dari sesama pembalap seperti Jorge Martin dan Marco Bezzecchi. Mereka mengakui bahwa apa yang dilakukan Marquez adalah hal yang jarang terjadi di paddock, dan menunjukkan sisi manusiawi dari seorang juara. Bagaimanapun, Marquez tetap fokus pada balapan dan bertekad untuk terus bersaing di level tertinggi.

ADVERTISEMENT

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

RECOMMENDED FOR YOU