Di bawah siraman 5.000 lampu sorot Sirkuit Internasional Lusail yang ikonik, ketegangan perebutan gelar juara dunia MotoGP 2026 mencapai titik didih baru pada sesi Practice hari Jumat. Fokus utama tertuju pada Jorge Martin, sang penantang gelar dari tim Aprilia Racing, yang menunjukkan ketangguhan mental luar biasa. Meski harus membalap dengan kondisi patah tulang pergelangan tangan kanan akibat insiden di Phillip Island dua pekan lalu, Martin berhasil mengamankan posisi ketujuh secara keseluruhan.
Hasil ini merupakan peningkatan drastis dibandingkan performanya di Sepang pekan lalu, di mana ia terpuruk di dasar klasemen karena rasa sakit yang tak tertahankan. Di Qatar, Martin mampu melahap 19 putaran—hampir menyamai jarak balapan penuh—dan hanya terpaut 0,6 detik dari pemimpin sesi, Fabio di Giannantonio. Keberhasilan menembus posisi 10 besar ini memastikan Martin langsung melenggang ke kualifikasi kedua (Q2), sebuah langkah krusial dalam upayanya menunda pesta juara Marc Marquez.
"Saya sangat bangga dengan pekerjaan saya hari ini. Sejujurnya, saya berharap memiliki perasaan seperti ini saat di Malaysia, karena sekarang saya merasa mampu untuk balapan," ujar Martin kepada TNT Sports. Ia mengakui bahwa adrenalin di lintasan menjadi obat paling mujarab untuk meredam rasa sakitnya. "Tentu saja saya belum pulih sepenuhnya, tetapi saya merasa jauh lebih baik. Rasa sakit itu ada, tetapi dengan semua adrenalin ini, saya hampir tidak merasakannya. Jadi, saya sangat senang bisa balapan, dan mari mencoba menyelesaikan Sprint besok."

Meski tampil kompetitif, data telemetri menunjukkan bahwa Martin masih berjuang keras di sektor pertama, di mana ia hanya menempati peringkat ke-13 tercepat. Karakter Sirkuit Lusail yang memiliki banyak tikungan kanan yang tajam menjadi ujian fisik terberat bagi pergelangan tangan kanannya. Martin menjelaskan bahwa ia kehilangan waktu saat melakukan perubahan arah motor yang cepat dan ketika berada di sudut kemiringan maksimal (maximum lean angle).
Di sisi lain garasi Aprilia Racing, Marco Bezzecchi juga tampil impresif dengan menempati posisi tiga besar, hanya unggul 0,350 detik dari Martin. Hal ini menunjukkan bahwa motor RS-GP memiliki potensi besar untuk bersaing di barisan depan Lusail. Namun, tantangan sesungguhnya bagi Martin adalah konsistensi fisik dalam balapan panjang, mengingat ia membutuhkan setidaknya delapan poin akhir pekan ini untuk memastikan persaingan gelar tetap terbuka hingga seri berikutnya.
Marc Marquez sendiri tetap menjadi ancaman nyata setelah mengamankan posisi kedua di sesi Practice, membuktikan bahwa Ducati Lenovo Team memiliki paket yang sangat stabil di lintasan gurun ini. Dengan kondisi aspal yang licin akibat hembusan pasir gurun di awal sesi, manajemen ban akan menjadi kunci utama pada sesi Sprint dan balapan utama nanti. Fans kini menanti apakah keajaiban adrenalin Martin mampu membendung dominasi Marquez di bawah langit malam Qatar.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!