Advertisement Sportrik
15s

Oscar Piastri Tumbang karena Selisih Tipis

Oscar Piastri Tumbang karena Selisih Tipis
© XPBimages

Formula 1, Sportrik Media - Oscar Piastri disebut menjadi korban selisih kecil yang berakumulasi dalam kegagalannya meraih gelar dunia Formula 1 2025. Pandangan tersebut disampaikan mantan pebalap F1 sekaligus juara WEC 2014, Anthony Davidson.

Setelah memenangi Grand Prix Belanda 2025, Piastri sempat unggul 34 poin atas rekan setimnya di McLaren, Lando Norris, serta 104 poin dari Max Verstappen. Namun, momentum tersebut berubah drastis dalam rangkaian flyaway races, ketika serangkaian kesalahan dan hasil kurang maksimal menggerus keunggulannya.

Piastri tersingkir di Azerbaijan setelah melakukan start lebih awal sebelum akhirnya menabrak dinding. Ia juga gagal menyelesaikan Sprint di Amerika Serikat dan Sao Paulo, serta hanya finis kelima dalam tiga balapan beruntun di Austin, Mexico City, dan Interlagos. Di saat bersamaan, Norris dan Verstappen justru tampil konsisten dan memangkas selisih poin secara signifikan.

Toto Wolff Sebut McLaren Bangkit Cepat
Baca JugaToto Wolff Sebut McLaren Bangkit Cepat

Pada akhir musim, Piastri mengumpulkan 410 poin, terpaut 13 poin dari Norris dan 11 poin dari Verstappen. Kekalahan tersebut cukup mengejutkan mengingat pebalap asal Melbourne itu sebelumnya dikenal sebagai figur yang tenang secara mental di bawah tekanan.

“Saya tidak berpikir dia runtuh; hanya saja Max dan Lando menemukan ritme dan mampu mendapatkan lebih banyak dari mobil,” ujar Davidson kepada RacingNews365.

“Mereka tidak punya apa-apa untuk kehilangan, dan saya tidak melihat Oscar hancur secara mental. Hanya saja beberapa hal tidak berjalan sesuai arahnya, padahal dengan mudah momentum itu bisa tetap di sisinya.”

ADVERTISEMENT

Davidson menyoroti insiden di Baku sebagai contoh margin tipis yang menentukan.

“Dia bisa saja tidak mengunci ban di Baku dan tidak menabrak dinding; jika itu terjadi, dia mungkin akan menjadi juara dunia karena poin yang didapat sudah cukup.

“Kita berbicara tentang margin yang sangat kecil, seperti pada 2021 antara Max dan Lewis Hamilton, di mana perbedaan kecil terakumulasi menjadi besar. Bagi kita terlihat dramatis, tetapi saya tidak melihat dia perlu mengubah pendekatannya sama sekali.

“Jika musim lalu diulang, dia bisa saja menang dengan pendekatan yang sama, hanya dengan beberapa penyesuaian kecil hasilnya bisa sangat berbeda.”

Menuju musim 2026, analisis ini menempatkan kekalahan Piastri lebih pada faktor momentum dan konsistensi rival ketimbang kelemahan fundamental dalam pendekatan balapnya. Dengan pengalaman perebutan gelar yang kini telah dimilikinya, Piastri diperkirakan tetap menjadi kandidat kuat dalam persaingan kejuaraan mendatang.

ADVERTISEMENT

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Proses masuk cepat, aman, dan tanpa ribet.

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Live Commentary / Indonesia Live Komentar

LIVE NOW

WRC 2026, Analisis & Rumor Hangat

TONTON SEKARANG
RECOMMENDED FOR YOU