SPONSORED

Sebut Belum Bisa Menang Murni, Piastri Tebar Ancaman ke Mercedes

Notifikasi
Ifan Apriyana
Ifan Apriyana
0
Sebut Belum Bisa Menang Murni, Piastri Tebar Ancaman ke Mercedes TO NEWS OVERVIEW
© XPBimages

Pembalap muda tim McLaren, Oscar Piastri, secara jujur mengakui bahwa timnya saat ini belum berada dalam posisi ideal untuk memenangi balapan Formula 1 secara murni atas kemauan dan performa sendiri (*on merit*). Kendati demikian, pembalap asal Australia tersebut melayangkan peringatan keras kepada skuad silver arrow Mercedes bahwa ketertinggalan performa jet darat MCL38 miliknya kini sudah berada dalam jarak yang sangat dekat dan mengancam.

Hingga bergulirnya lima seri balapan di musim kompetisi 2026, McLaren masih tertahan di peringkat ketiga klasemen sementara kejuaraan dunia manufaktur, tertinggal 113 poin dari Mercedes di puncak pimpinan dan defisit 41 angka dari Ferrari di peringkat kedua. Statistik performa tim asal Woking ini memang sempat dirusak oleh nasib buruk berupa tiga catatan gagal start (DNS) dari total 16 peluang yang ada termasuk sesi Sprint, dikombinasikan dengan hasil akhir yang hancur lebur pada gelaran Grand Prix Kanada akhir pekan kemarin.

Blunder Strategi Ban Basah dan Petaka Mekanis di Montreal

Paruh pertama balapan di Montreal menjadi mimpi buruk taktis bagi McLaren. Memulai balapan dari barisan kedua, baik Piastri maupun rekan setimnya Lando Norris secara mengejutkan dipaksa menggunakan ban intermediate oleh tim, meskipun kondisi permukaan aspal sirkuit sebenarnya sudah mulai mengering secara linear. Dampaknya, performa kedua mobil merosot tajam; Norris terpaksa menyudahi balapan lebih awal akibat kerusakan fatal pada sistem girboks (*gearbox failure*), sementara Piastri terlempar ke posisi kesebelas setelah dijatuhi penalti waktu 10 detik akibat insiden tabrakan keras menabrak mobil Alex Albon.

Asapi Leclerc di Kanada, Palmer Sebut Hamilton Tampil Menggila
Baca JugaAsapi Leclerc di Kanada, Palmer Sebut Hamilton Tampil Menggila

Terlepas dari bencana hasil di Kanada, optimisme tinggi tetap diusung oleh Piastri berkat langkah masif timnya yang meluncurkan paket pembaruan komponen (*upgrade package*) berskala besar pada seri Miami dan Montreal. Berbicara kepada media, pembalap berusia 25 tahun itu menjelaskan bahwa akhir pekan di Kanada sebenarnya memberikan banyak data evaluasi positif pada beberapa area teknis yang tidak terlihat di lembar hasil balap. Piastri merasa telah membuat progres adaptasi yang jauh lebih matang dibandingkan seri Miami, khususnya dalam memahami karakteristik penyaluran tenaga mekanis sasis barunya.

ADVERTISEMENT

Target Pemulihan Kejayaan Menuju Seri Berikutnya

Sinyalemen kebangkitan McLaren sejatinya sudah terbukti lewat rekam jejak historis mereka, di mana kemenangan Grand Prix terakhir Piastri tercipta pada gelaran GP Belanda musim 2025 lalu, disusul kejuaraan podium tertinggi milik Norris di Sao Paulo. Piastri menganalisis bahwa jika timnya mampu mengamankan posisi lintasan (*track position*) sejak sesi kualifikasi, karakter mobil McLaren saat ini sebenarnya sudah sangat mumpuni untuk bertahan dari gempuran pembalap Mercedes yang berada tepat di depannya.

Fokus utama skuad insinyur Woking kini dialihkan sepenuhnya untuk menyelesaikan pekerjaan rumah kedirgantaraan aerodinamika demi mengekstrak sisa waktu putaran yang masih tersembunyi di dalam sasis dan unit daya (*power unit*). Dengan kalender kejuaraan dunia yang masih menyisakan banyak seri balapan, Piastri sangat yakin paket pembaruan berikutnya akan menjadi kunci utama bagi McLaren untuk kembali ke jalur kemenangan murni, sekaligus membungkam dominasi Mercedes di barisan depan grid F1.

ADVERTISEMENT

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU