Toprak Razgatlioglu mulai menunjukkan perkembangan penting dalam proses adaptasinya ke MotoGP setelah Pramac Racing mengungkap pembalap Turki tersebut mulai meniru karakter membalap milik Fabio Quartararo di beberapa tikungan. Team Principal Pramac, Gino Borsoi, menilai perubahan itu menjadi indikasi bahwa Toprak mulai memahami tuntutan teknis motor Yamaha MotoGP.
Razgatlioglu menjalani akhir pekan sulit di MotoGP Catalunya 2026 setelah kesulitan menemukan grip pada permukaan lintasan Barcelona yang licin. Juara dunia WorldSBK tersebut memulai balapan dari posisi terakhir, finis hanya di depan wildcard Yamaha Augusto Fernandez pada Sprint Race, lalu kehilangan poin grand prix setelah terkena penalti tekanan ban pascabalapan bersama rekan setimnya, Jack Miller.
Meski hasil akhir terlihat berat, Borsoi menegaskan performa Razgatlioglu tidak bisa dinilai hanya dari posisi finis. Menurutnya, gaya membalap Toprak masih sangat dipengaruhi pendekatan khas World Superbike yang berbeda jauh dibanding MotoGP modern, terutama dalam penggunaan ban Michelin dan karakter aerodinamika prototipe MotoGP.

"Saya tidak akan mengatakan dia membalap dengan buruk, tetapi dia membalap dengan cara berbeda seperti yang selalu ia lakukan di Superbike. Tidak mudah mengubah gaya balap di tengah akhir pekan balapan karena untuk melakukan itu pembalap harus rela kehilangan waktu," ujar Borsoi kepada GPone.
Borsoi menjelaskan proses adaptasi tersebut memang membutuhkan kompromi besar karena Toprak harus mengubah insting alami pengereman dan corner entry yang selama ini menjadi kekuatan utamanya di WorldSBK. Dalam MotoGP, pendekatan corner speed, distribusi grip ban depan-belakang, dan penggunaan aero downforce jauh lebih sensitif dibanding motor superbike produksi massal.
Meski demikian, data telemetry Yamaha mulai menunjukkan perkembangan positif. Borsoi mengungkapkan bahwa di beberapa tikungan tertentu, Razgatlioglu kini mulai mengadopsi garis balap dan teknik cornering yang mirip dengan Quartararo, pembalap yang selama ini menjadi referensi utama Yamaha di MotoGP.
"Kami sudah melihatnya dari data. Di banyak tikungan, Toprak mulai belajar membalap seperti Quartararo. Potensinya ada, kami hanya perlu memberinya waktu untuk menyelaraskan gaya balapnya dengan kategori ini," jelas Borsoi.
Secara performa murni, gap Razgatlioglu di Catalunya sebenarnya mulai mengecil dibanding papan depan. Lap terbaiknya dalam grand prix hanya terpaut 0,630 detik dari pemenang balapan Fabio Di Giannantonio menggunakan Ducati dan hanya sekitar dua persepuluh detik lebih lambat dibanding lap terbaik Quartararo. Data tersebut menjadi indikator penting bahwa adaptasi Toprak mulai menghasilkan peningkatan ritme balapan.
Pada tes resmi Catalunya hari Senin, Yamaha juga membawa sejumlah komponen baru termasuk chassis dan paket aerodinamika terbaru. Borsoi menyebut Razgatlioglu merasa lebih nyaman dengan chassis baru terutama saat memasuki tikungan, sementara Miller dan Quartararo merasakan peningkatan stabilitas ketika motor dimiringkan di area corner entry.
Namun Yamaha masih menghadapi masalah utama pada performa mesin V4 terbaru mereka. Borsoi mengakui belum ada kabar mengenai upgrade engine untuk mengatasi kekurangan top speed yang sejauh ini menjadi kelemahan utama motor Yamaha dibanding rival seperti Ducati dan KTM.
Dengan Mugello menjadi seri berikutnya, perkembangan adaptasi Razgatlioglu akan terus menjadi perhatian besar paddock MotoGP. Karakter sirkuit cepat dengan kombinasi pengereman keras dan perubahan arah ekstrem di Italia diperkirakan akan menjadi ujian penting untuk melihat seberapa cepat Toprak mampu sepenuhnya bertransformasi dari juara WorldSBK menjadi pembalap MotoGP kompetitif.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!