Yuki Tsunoda tidak ingin kembali menjadi penonton di paddock Formula 1. Pembalap Jepang itu menegaskan ambisinya untuk terus membalap, idealnya di F1, setelah kembali merasakan kompetisi ketat saat menggantikan Liam Lawson di Racing Bulls.
Tsunoda kini bersiap menjalani balapan ketiga sebagai pengganti sementara Lawson, yang untuk sementara mengisi kursi Isack Hadjar di Red Bull. Kesempatan di Zandvoort dan Monza telah membuatnya ketagihan. “Saya tidak berpikir untuk hanya berdiri di garasi tahun depan; saya tidak ingin mengalaminya lagi,” ujarnya tegas.
Fokus pada Performa, Serahkan Negosiasi ke Manajemen
Setelah finis di zona poin pada balapan Monza, Tsunoda yakin telah meninggalkan kesan positif. “Saya serahkan urusan itu kepada manajer saya,” katanya. Ia memilih fokus pada performa di lintasan, yang diyakini akan membantu masa depannya.

Meski begitu, Tsunoda tak menutup pintu untuk opsi di luar F1. IndyCar sempat dikaitkan dengannya, namun ia menegaskan bahwa Formula 1 tetap prioritas utama. “Jika Red Bull memberi saya kesempatan lagi di empat kursi ini, itu luar biasa,” tambahnya.
Peluang di F1: Terbuka tapi Menantang
Hubungannya dengan Honda memunculkan spekulasi tentang Aston Martin, terutama jika Fernando Alonso pensiun. Namun, dengan Lance Stroll yang tampaknya betah, peluang Tsunoda di sana tipis. Di Haas, posisi Esteban Ocon disebut rentan, tetapi Tsunoda tidak masuk dalam pertimbangan Ayao Komatsu. Nama-nama seperti Rafael Camara, Leonardo Fornaroli, Ryo Hirakawa, dan Jack Doohan justru lebih difavoritkan.
Munculnya Nikola Tsolov serta performa Lawson dan Arvid Lindblad membuat peluang Tsunoda di Red Bull atau Racing Bulls semakin kecil. Meski demikian, ia tetap bertekad untuk terus membalap, apa pun yang terjadi.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!