MotoGP, Sportrik Media - Toprak Razgatlioglu menuju Grand Prix Ceko 2026 di Brno setelah mencatatkan hasil terbaik dalam musim debut MotoGP melalui finis ke-11 di Hungaria. Pembalap Prima Pramac Yamaha MotoGP itu menilai proses adaptasinya telah bergerak maju, tetapi menempatkan akhir pekan Brno sebagai ujian penting untuk memahami motor pada tikungan cepat dan perubahan elevasi.
Hasil di Balaton Park memberikan dasar positif setelah fase awal musim yang didominasi proses penyesuaian terhadap karakter prototipe MotoGP. Razgatlioglu memulai balapan dari posisi ke-18 sebelum bergerak menuju urutan ke-11, hanya terpaut tipis dari kelompok sepuluh besar. Kemajuan tersebut memperlihatkan bahwa kecepatan balapnya mulai meningkat, meski performa satu lap dan posisi start masih membatasi peluang memperoleh hasil lebih besar.
“Brno akan menjadi akhir pekan pembelajaran penting lainnya bagi saya. Saya pernah membalap di sini dalam waktu yang sudah lama, tetapi ini akan menjadi pertama kalinya saya berada di sirkuit tersebut dengan motor MotoGP, sehingga rasanya hampir seperti lintasan baru,” kata Razgatlioglu.


Razgatlioglu terakhir berlomba di Brno ketika masih berkompetisi dalam WorldSBK pada 2018. Pengalaman tersebut memberikan pengetahuan dasar mengenai arah tikungan dan karakter lintasan, tetapi referensinya tidak dapat diterapkan secara langsung pada Yamaha YZR-M1. Motor MotoGP memiliki perangkat aerodinamika, ban prototipe, sistem elektronik, pengereman karbon, dan tingkat performa yang berbeda dari motor produksi WorldSBK.
Brno juga mempunyai karakter yang dapat memperlihatkan perkembangan teknis paket Yamaha secara lebih jelas. Rangkaian tikungan cepat menuntut stabilitas bagian depan, sementara perubahan elevasi memengaruhi distribusi beban ketika pembalap mengerem, mengubah arah, dan membuka gas. Motor yang kehilangan keseimbangan ketika melewati crest atau bagian menurun akan lebih sulit mempertahankan racing line dan dapat meningkatkan temperatur ban.
“Setiap sirkuit mengajarkan sesuatu yang baru kepada saya mengenai motor MotoGP. Akhir pekan ini akan menjadi kesempatan lain untuk meningkatkan pemahaman, terutama di tikungan cepat dan perubahan elevasi yang membuat Brno begitu unik,” ujarnya.
Adaptasi Razgatlioglu menjadi salah satu proyek utama Yamaha pada musim 2026. Gaya balapnya di WorldSBK dikenal melalui pengereman sangat dalam dan kemampuan mengendalikan roda belakang, tetapi teknik tersebut perlu disesuaikan dengan karakter ban depan MotoGP dan perangkat aerodinamika modern. Terlalu memaksakan pengereman dapat mengganggu rotasi motor, sementara membawa terlalu banyak kecepatan menuju tikungan dapat memperbesar risiko kehilangan grip depan.
Finis ke-11 di Hungaria menunjukkan proses tersebut mulai menghasilkan kemajuan. Razgatlioglu mampu menjaga kecepatan dalam balapan dan mendekati pembalap yang bertarung di sekitar sepuluh besar. Namun, ia masih memerlukan peningkatan sejak latihan dan kualifikasi agar tidak harus menggunakan terlalu banyak grip ban untuk melewati rombongan belakang pada fase pertama balapan.
“Hal positifnya adalah kami telah membuat kemajuan bagus dalam beberapa balapan terakhir, dan saya merasa lebih nyaman dengan motor dibandingkan pada awal musim. Itu memberi saya kepercayaan diri menghadapi tantangan baru,” kata juara WorldSBK tiga kali tersebut.
Kepala tim Gino Borsoi menjelaskan performa mesin tetap menjadi faktor penting di Brno, khususnya pada bagian akselerasi yang panjang. Kemampuan motor menghasilkan tenaga tidak hanya menentukan kecepatan tertinggi, tetapi juga memengaruhi seberapa cepat pembalap dapat memulihkan waktu setelah keluar dari tikungan menanjak.
“Performa mesin akan tetap menjadi faktor penting di sini, terutama pada beberapa bagian akselerasi yang lebih panjang. Namun, berkat kemajuan yang kami buat dengan sasis dan elektronik, kami tiba dalam posisi yang jauh lebih baik dibandingkan awal musim,” kata Borsoi.
Perkembangan sasis membantu pembalap memperoleh respons lebih konsisten ketika mengerem dan mengubah arah. Pada saat yang sama, penyempurnaan elektronik dapat memperbaiki pengendalian traksi dan penyaluran tenaga saat ban belakang berada di bawah beban tinggi. Kedua area itu penting bagi Razgatlioglu karena ia masih membangun pemahaman mengenai batas grip dan cara terbaik menggunakan tenaga M1 sepanjang jarak balapan.
Borsoi menilai berkurangnya jarak menuju kelompok sepuluh besar lebih penting daripada satu hasil tunggal. Pendekatan tersebut relevan bagi proyek rookie Razgatlioglu karena kemajuan harus dinilai melalui kecepatan relatif, konsistensi setiap sesi, dan kemampuan menerapkan perubahan set-up. Finis ke-11 di Hungaria merupakan indikator hasil, tetapi tren jangka panjang akan ditentukan oleh apakah ia dapat mempertahankan kedekatan tersebut pada sirkuit dengan karakter berbeda.
“Aspek paling menggembirakan adalah dalam beberapa balapan terakhir kami secara konsisten bergerak lebih dekat ke zona poin dan memperkecil jarak terhadap pembalap yang bertarung di sekitar sepuluh besar. Tren itu lebih penting daripada satu hasil,” ujar Borsoi.
Target Razgatlioglu di Brno karena itu bukan ditentukan melalui posisi akhir tertentu. Ia ingin memperbaiki performa secara bertahap dari sesi Jumat, meningkatkan pemahaman terhadap tikungan cepat, dan memasuki balapan Minggu dengan paket lebih kuat. Apabila Pramac dan Yamaha dapat mempertahankan kemajuan sasis serta elektronik sambil mengurangi kelemahan akselerasi, Brno dapat menjadi tolok ukur penting berikutnya dalam perkembangan musim debutnya.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!