Format akhir pekan yang direvisi untuk kejuaraan Supercars tahun ini memindahkan sesi kualifikasi pembuka ke hari Jumat, menempatkan sesi Shootout sebagai agenda lintasan pertama di sirkuit jalan raya yang terkenal menantang ini. Perubahan jadwal tersebut memaksa para pembalap langsung keluar garasi tanpa banyak waktu adaptasi, memicu tensi tinggi di dalam paddock sejak pagi buta. Ancaman cuaca tak menentu dengan prediksi hujan lebat turut menjadi faktor eksternal yang membuat atmosfer kian mendebarkan bagi seluruh kontestan.
Salah satu bintang muda grid, Brodie Feeney, secara terbuka mengakui bahwa sesi adu cepat satu putaran ini menuntut keberanian mental yang luar biasa. Tantangan terbesar terletak pada karakter lintasan yang sempit dan minim area run-off, di mana pembalap harus langsung mengerem selarut mungkin demi mencatatkan waktu terbaik pada lap pertama mereka hari itu.
"Ini akan membutuhkan banyak keberanian untuk langsung tampil maksimal dan melemparkan mobil ke Tikungan 1 pada lap pertama," ungkapnya mengenai atmosfer tegang yang bakal tersaji di lintasan. "Banyak pembalap biasanya mencari batasan di lap kedua, jadi langsung menjalani sesi Shootout sebagai aksi pembuka hari ini akan sangat menarik bagi para penggemar sekaligus pembalap sendiri. Ini akan menjadi kerja keras di luar sana."

Sebelumnya, Feeney berhasil mengamankan catatan waktu tercepat kedua pada sesi kualifikasi Jumat, terpaut tipis hanya 0,069 detik saja dari pereli tercepat hari itu, Anton De Pasquale. Hasil impresif ini sekaligus menandai kebangkitan mental yang signifikan bagi sang pembalap setelah menuai hasil kurang memuaskan pada seri ikonik Bathurst sebelumnya.
Performa solid di hari pertama tersebut juga sekaligus memutus tren negatif masalah hari Jumat yang kerap menghantui skuad Triple Eight sejak transisi besar mereka menggunakan pabrikan Ford musim ini. Berdasarkan laporan Speedcafe, dinamika persiapan yang matang menjadi kunci utama keberhasilan tim beradaptasi dengan cepat di sirkuit jalan raya pesisir timur Australia ini.
"Saya tidak tahu apa yang harus diharapkan," ujar Feeney mengulas kualifikasi yang diawali oleh sesi latihan bebas pertama yang basah, sebelum dilanjutkan kondisi trek kering pada sesi kedua. "Kami mengalami banyak hari Jumat tahun ini di mana kami kesulitan menguasai mobil dan berada di luar posisi 10 besar saat latihan. Jadi ketika melihat ada jadwal kualifikasi di hari Jumat, Anda tahu harus tampil kuat sejak awal dan untungnya anak-anak di Triple Eight melakukan pekerjaan luar biasa untuk itu. Melangkah ke Shootout hari berikutnya tentu akan sangat intens, but I am looking forward to it."



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!