Formula 1, Sportrik Media - Red Bull menjelaskan kesalahan teknis yang membuat mobil Max Verstappen dan Isack Hadjar memulai Grand Prix Australia 2026 tanpa energi baterai yang cukup. Situasi tersebut menjadi salah satu faktor yang mempersulit balapan tim pada seri pembuka musim di Sirkuit Albert Park, Melbourne.
Pada era regulasi unit daya baru Formula 1 2026, manajemen energi listrik menjadi aspek krusial dalam performa mobil. Pembalap harus mengatur proses pengisian dan penggunaan energi baterai secara optimal untuk mendapatkan akselerasi maksimal di setiap lap.
Hadjar yang memulai balapan dari posisi ketiga menjadi pembalap Red Bull terdepan di grid. Namun pada lap pertama ia langsung kehilangan dua posisi setelah disalip oleh Arvid Lindblad serta pembalap Ferrari, Lewis Hamilton.

Sementara itu, Verstappen yang memulai balapan dari barisan belakang juga mengalami keterbatasan tenaga pada awal lomba. Kedua pembalap Red Bull tersebut diketahui memulai balapan dengan baterai kosong, yang membuat mereka tidak memiliki tenaga listrik tambahan saat start.
Kepala tim Red Bull, Laurent Mekies, mengakui bahwa kondisi tersebut merupakan kesalahan tim dalam mengelola tingkat pengisian baterai sebelum start balapan.
“Kami pikir itu akan lebih menyenangkan, kami hanya belum yakin apakah harus memberitahukan mereka atau tidak,” ujar Mekies kepada media termasuk RacingNews365.
“Namun kenyataannya memang benar, kedua pembalap kami memulai balapan tanpa baterai.”
Mekies menjelaskan bahwa tim terjebak oleh keterbatasan cara mengisi dan menggunakan energi selama lap formasi. Kondisi tersebut membuat baterai mobil tidak berada pada tingkat energi yang ideal saat balapan dimulai.
“Ini adalah tanggung jawab kami untuk memastikan situasi seperti itu tidak terjadi.”
“Kami terjebak oleh beberapa keterbatasan dalam cara baterai dapat diisi dan digunakan selama lap formasi.”
Ia menambahkan bahwa pola berkendara yang diperlukan untuk memanaskan ban dan sistem pengereman pada lap formasi turut memperparah situasi tersebut.
“Dengan pola akselerasi dan pengereman yang berulang untuk memanaskan ban dan rem, kami akhirnya tidak mampu mencapai tingkat pengisian baterai yang tepat untuk start balapan.”
Akibatnya, kedua pembalap Red Bull harus memulihkan energi baterai mereka selama lap pertama balapan, yang membuat mereka kehilangan performa pada fase awal lomba.
“Kami harus membangun kembali tingkat baterai selama lap pertama, yang jelas bukan situasi yang menyenangkan.”
Insiden tersebut menjadi pelajaran penting bagi Red Bull dalam menghadapi kompleksitas regulasi teknis baru Formula 1 2026, terutama terkait manajemen energi yang kini memainkan peran krusial dalam performa mobil sejak start balapan.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!