Formula 1, Sportrik Media - Oscar Piastri bersama McLaren menegaskan bahwa hubungan internal tim tetap stabil meskipun menghadapi tekanan tinggi dalam perebutan gelar bersama rekan setimnya Lando Norris sepanjang musim sebelumnya.
Piastri mengungkapkan bahwa dinamika antara dirinya dan Norris tidak mengalami perubahan signifikan, bahkan saat keduanya bersaing langsung untuk kejuaraan dunia. Ia menilai kemampuan untuk memisahkan hubungan profesional di lintasan dan interaksi personal di luar balapan menjadi faktor kunci dalam menjaga stabilitas tim berbasis Woking tersebut.
“Secara jujur, saya tidak merasa banyak yang berubah. Kami cukup mampu memisahkan apa yang terjadi di lintasan dan di luar lintasan. Aktivitas bersama tim, seperti agenda pemasaran, tetap berjalan seperti biasa,” ujar Piastri dalam wawancara resmi.

Pembalap asal Australia itu juga menyoroti bahwa hubungan mereka justru berkembang seiring waktu, terutama setelah melewati fase awal sebagai rekan setim pada musim sebelumnya. Intensitas kerja bersama sepanjang kalender Formula 1 dinilai memperkuat pemahaman satu sama lain, yang berdampak positif terhadap kolaborasi tim.
Dalam perebutan gelar yang juga melibatkan Max Verstappen, Piastri akhirnya finis 13 poin di belakang Norris. Meskipun tekanan kompetitif tinggi tidak terhindarkan, ia menegaskan bahwa situasi tersebut tidak pernah berkembang menjadi konflik internal yang merugikan tim.
“Kami tahu situasi kami, hanya satu yang bisa menang. Tetapi situasinya tidak pernah menjadi buruk. Itu sangat penting, karena sangat mudah bagi situasi seperti ini untuk menjadi tidak terkendali,” tambahnya.
Piastri bahkan menyatakan bahwa jika rivalitas tersebut berkembang secara negatif, bukan tidak mungkin salah satu dari mereka tidak lagi berada di tim saat ini. Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya menjaga dinamika tim dalam jangka panjang, khususnya dalam menghadapi tekanan perebutan gelar.
Sepanjang musim, memang terdapat beberapa insiden di lintasan, termasuk momen-momen ketat di Kanada, Singapura, dan Austin. Namun, semua situasi tersebut ditangani secara internal dengan cepat, sehingga tidak berkembang menjadi konflik berkepanjangan seperti yang pernah terjadi di tim lain dalam sejarah Formula 1.
“Dalam duel gelar, sering ada permainan atau taktik tersembunyi antar pembalap. Tetapi kami tidak seperti itu. Kami belajar dari situasi di masa lalu bahwa hal kecil bisa dengan cepat berkembang menjadi masalah besar,” jelasnya.
Piastri juga menekankan peran tim dalam menjaga disiplin dan akuntabilitas, memastikan setiap insiden dievaluasi secara objektif. Pendekatan ini memungkinkan McLaren mempertahankan lingkungan kerja yang kondusif, yang menjadi faktor penting dalam upaya mempertahankan daya saing di musim berikutnya.
Dengan musim 2026 yang belum dimulai sesuai harapan, stabilitas internal menjadi aset krusial bagi McLaren. Pengalaman dari duel gelar sebelumnya diharapkan menjadi fondasi untuk menghadapi tekanan kompetitif yang kembali meningkat pada fase berikutnya kejuaraan.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!