Advertisement Sportrik
15s

Max Verstappen Diragukan Bertahan di Red Bull 2026

Notifikasi
Max Verstappen Diragukan Bertahan di Red Bull 2026
© XPBimages

Max Verstappen bersama Red Bull Racing menghadapi awal musim Formula 1 2026 yang sulit, memicu spekulasi mengenai masa depannya di tengah ketidakpuasan terhadap regulasi baru.

Sejak diperkenalkannya regulasi 2026, Verstappen secara terbuka menyuarakan kritik terhadap karakteristik mobil yang dianggap mengurangi aspek kompetitif dan kesenangan berkendara. Situasi tersebut diperburuk oleh performa Red Bull yang belum menunjukkan konsistensi, dengan Verstappen hanya mengumpulkan 12 poin dari tiga seri awal musim. Kombinasi faktor ini memperkuat narasi bahwa juara dunia empat kali tersebut tengah mempertimbangkan opsi lain untuk kelanjutan kariernya.

Indikasi paling jelas muncul setelah Grand Prix Jepang, ketika Verstappen mengonfirmasi bahwa ia sedang mengevaluasi kemungkinan untuk meninggalkan Formula 1 pada akhir musim. Pada saat yang sama, spekulasi mengenai potensi kepindahannya ke Mercedes-AMG Petronas terus beredar, meskipun George Russell telah menyatakan komitmennya untuk tetap bersama tim tersebut pada musim berikutnya. Selain itu, opsi menuju McLaren juga mulai muncul dalam diskusi paddock, terutama setelah kabar bahwa race engineer lamanya, GianPiero Lambiase, akan bergabung dengan tim tersebut di masa depan.

Otmar Szafnauer Highlights Mercedes Weakness in F1 2026
Read AlsoOtmar Szafnauer Highlights Mercedes Weakness in F1 2026

Pandangan mengenai situasi ini turut disampaikan oleh mantan pembalap Formula 1, David Coulthard, yang menilai hubungan antara Verstappen dan Red Bull memiliki fondasi kuat yang tidak mudah terputus. Ia menekankan adanya ikatan jangka panjang antara Verstappen, keluarganya, dan struktur Red Bull yang berbasis di Austria.

ADVERTISEMENT

“Saya tidak melihat skenario di mana hubungan antara Max dan Red Bull benar-benar berakhir,” ujar Coulthard dalam wawancara dengan ServusTV.

“Namun, tidak ada yang berlangsung selamanya dalam olahraga ini, dan Max adalah pembalap yang sangat kompetitif.”

Coulthard juga menambahkan bahwa masa depan Verstappen akan sangat bergantung pada arah pengembangan Red Bull dalam jangka pendek hingga menengah. Jika tim gagal menunjukkan potensi kembali ke jalur kemenangan dalam musim ini, maka evaluasi karier menjadi langkah logis bagi pembalap tersebut.

ADVERTISEMENT

“Jika Red Bull kesulitan dalam jangka waktu musim ini untuk kembali kompetitif, maka tentu ia akan mempertimbangkan di mana kariernya dapat berkembang lebih baik,” lanjutnya.

Di luar Formula 1, Verstappen tetap aktif dalam dunia GT Racing melalui program yang melibatkan identitas Red Bull, menunjukkan bahwa minatnya terhadap balap tidak terbatas pada satu kategori. Meski demikian, Coulthard berharap Verstappen tetap menjadi bagian dari grid Formula 1, mengingat statusnya sebagai tolok ukur performa dalam beberapa musim terakhir.

“Max adalah seorang racer sejati. Jika ia masih merasakan dorongan kompetitif itu, ia akan tetap bertahan. Saya berharap ia tetap di Formula 1 karena ia adalah standar performa saat ini,” tutup Coulthard.

ADVERTISEMENT

Dengan kontrak yang masih berlaku hingga akhir 2028, namun dilaporkan memiliki klausul performa, masa depan Verstappen tetap menjadi salah satu dinamika utama dalam musim Formula 1 2026. Perkembangan performa Red Bull dalam beberapa seri berikutnya, dimulai dari Grand Prix Miami, akan menjadi faktor kunci dalam menentukan arah karier juara dunia empat kali tersebut.

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free login.

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

Live Commentary / Indonesia Live Coverage

LIVE NOW

WRC 2026, Analisis & Rumor Hangat

WATCH LIVE
RECOMMENDED FOR YOU