Formula 1, Sportrik Media – Isack Hadjar menyebut kecelakaan pada lap formasi di debutnya di Formula 1 pada Grand Prix Australia sebagai sebuah “pukulan keras”, namun menegaskan bahwa momen tersebut justru memperkuat mentalitasnya sepanjang musim debutnya.
Hadjar dipromosikan ke Racing Bulls setelah nyaris merebut gelar juara Formula 2. Namun balapan perdananya di Melbourne berakhir bahkan sebelum lomba dimulai, ketika mobilnya berputar dan menghantam pembatas pada lap formasi dalam kondisi lintasan basah, membuatnya gagal tampil di Australian Grand Prix.

Meski demikian, Hadjar mampu bangkit dan menjalani musim rookie yang kompetitif, dengan pencapaian puncak berupa finis podium di Dutch Grand Prix. Performa tersebut memperkuat reputasinya sebagai salah satu talenta muda paling menjanjikan di grid.
Ketika ditanya apakah insiden awal karier itu bisa dianggap sebagai pelajaran yang datang terlalu cepat, Hadjar mengakui bahwa ia mungkin saja bisa mencetak poin di Melbourne. Namun ia memilih melihat kejadian tersebut sebagai bagian dari proses pembentukan dirinya sebagai pembalap.
“Semuanya terjadi karena suatu alasan dan kita harus terus melangkah,” ujar Hadjar. “Itu adalah bagian dari sejarah saya. Start F1 pertama saya yang tidak pernah benar benar terjadi, tetapi begitulah adanya.”
Konsistensi dan ketangguhan mentalnya sepanjang musim akhirnya membawanya promosi ke Red Bull Racing untuk musim 2026, di mana ia akan menjadi rekan setim juara dunia Max Verstappen.
Menjelang musim barunya di tim utama, Hadjar menyebut pengalaman pahit di Melbourne sebagai bukti kemampuannya untuk bangkit dari tekanan besar. “Itu adalah pukulan besar, tetapi saya bisa mengatasinya dengan sangat baik. Hal itu justru memperkuat kepercayaan saya pada diri sendiri,” tutupnya, seiring langkahnya menuju tantangan berikutnya di https://sportrik.com.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!