Mark Webber memprediksi era Gen4 Formula E akan menghadirkan performa paling impresif dalam sejarah kejuaraan listrik dunia setelah mobil generasi baru resmi diperkenalkan di Circuit Paul Ricard. Mantan pembalap Formula 1 tersebut menilai kombinasi tenaga besar, peningkatan kecepatan, dan pengembangan teknis baru akan mengubah karakter kompetisi mulai musim depan.
Formula E meluncurkan mobil Gen4 pekan lalu dengan spesifikasi yang jauh lebih agresif dibanding era Gen3 saat ini. Mobil baru tersebut menghasilkan tenaga hingga 600 kW atau sekitar 815 bhp, mampu berakselerasi 0–100 km/jam dalam 1,8 detik, serta mencapai kecepatan puncak 335 km/jam. Peningkatan tersebut menjadikan Gen4 sebagai lompatan performa terbesar sejak Formula E pertama kali digelar lebih dari satu dekade lalu.
Perubahan ini juga membawa konsekuensi besar terhadap desain kalender dan karakter sirkuit yang digunakan. Dengan dimensi mobil lebih besar dan kecepatan jauh meningkat, Formula E diperkirakan harus mengevaluasi ulang sejumlah venue jalan raya tradisional yang selama ini menjadi identitas utama kejuaraan. Faktor keselamatan, area run-off, dan efisiensi regenerasi energi diperkirakan menjadi fokus utama pengembangan regulasi berikutnya.

“Saya mendengar banyak hal bagus tentang mobil Gen4: sangat, sangat cepat dan punya tenaga besar,” ujar Webber kepada Formula E.
Webber memiliki kedekatan langsung dengan Formula E melalui perannya sebagai duta merek Porsche dan manajer pembalap Mitch Evans. Ia mengikuti perkembangan kejuaraan sejak fase awal dan menilai Formula E kini telah berkembang menjadi salah satu kategori motorsport paling kompetitif dari sisi teknis maupun kualitas pembalap.
Menurut Webber, salah satu kekuatan utama Formula E adalah margin performa yang sangat kecil antartim. Kompleksitas manajemen energi, strategi penggunaan Attack Mode, serta efisiensi software powertrain membuat performa tidak hanya ditentukan oleh kecepatan murni. Namun dengan hadirnya Gen4, fokus kompetisi diperkirakan akan semakin bergeser ke area aerodinamika, kestabilan high-speed, dan efisiensi distribusi tenaga listrik.
“Itu akan menjadi versi terbaik Formula E yang pernah kita lihat. Tidak ada keraguan soal itu. Itulah yang diinginkan para pembalap,” kata Webber.
Dari sisi olahraga, Gen4 juga diperkirakan akan meningkatkan daya tarik Formula E terhadap pabrikan besar dan pasar global. Kecepatan yang lebih tinggi berpotensi memperluas pilihan sirkuit permanen sekaligus meningkatkan kualitas pertarungan balapan. Formula E sendiri saat ini memasuki paruh akhir era Gen3 sebelum mobil baru dijadwalkan debut kompetitif pada akhir 2026.
“Kecepatannya saat ini sudah tinggi, tetapi terdengar seperti mereka akan sangat impresif tahun depan. Jika para pembalap senang, biasanya kejuaraan juga akan senang,” lanjut Webber.
Peluncuran Gen4 kini menjadi salah satu proyek teknis paling penting dalam motorsport listrik modern. Dengan Formula E terus mencoba mendekati level performa kategori single-seater elite dunia, keberhasilan mobil baru tersebut dapat menentukan arah pertumbuhan kejuaraan dalam beberapa musim mendatang.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!