Advertisement Sportrik
15s

FIA Tegaskan F1 Tak Boleh Tergantung Pabrikan

Notifikasi
FIA Tegaskan F1 Tak Boleh Tergantung Pabrikan
© XPBimages

Formula 1, Sportrik Media - Direktur single-seater FIA, Nikolas Tombazis, menegaskan bahwa Formula 1 tidak boleh bergantung pada pabrikan dalam menentukan arah regulasi power unit di masa depan.

Ketika regulasi mesin 2026 disepakati, industri otomotif global tengah mendorong elektrifikasi secara agresif. Hal ini menjadi dasar keputusan untuk mengadopsi distribusi tenaga 50/50 antara mesin pembakaran internal dan komponen listrik melalui MGU-K. Regulasi tersebut juga dirancang untuk menarik pabrikan baru, termasuk Audi, serta memastikan kelanjutan partisipasi Honda.

Namun, implementasi awal regulasi tersebut belum sepenuhnya memenuhi ekspektasi. Diskusi mengenai arah regulasi berikutnya, yang direncanakan berlaku pada 2031, sudah mulai berlangsung, bahkan ketika musim 2026 baru berjalan beberapa seri. Sejumlah penyesuaian kecil juga telah disiapkan dan mulai diterapkan sejak Grand Prix Miami.

Montoya Bela Norris Usai Wawancara Kontroversial
Baca JugaMontoya Bela Norris Usai Wawancara Kontroversial

Tombazis mengakui bahwa momentum elektrifikasi tidak sekuat yang diperkirakan sebelumnya, membuka kemungkinan bagi Formula 1 untuk kembali menekankan mesin pembakaran internal, termasuk opsi kembali ke konfigurasi V8 dengan bahan bakar berkelanjutan.

ADVERTISEMENT

"Lanskap politik dan industri telah berubah. Dulu pabrikan mengatakan mereka tidak akan lagi mengembangkan mesin pembakaran internal baru, tetapi kenyataannya tidak sepenuhnya terjadi," ujar Tombazis.

Selain itu, ia menyoroti bahwa Formula 1 telah mengambil langkah signifikan melalui penggunaan bahan bakar berkelanjutan, yang dianggap sebagai solusi relevan dalam konteks industri otomotif modern.

Meski demikian, Tombazis menekankan bahwa regulasi olahraga tidak boleh ditentukan oleh kepentingan pabrikan, mengingat sifat partisipasi mereka yang dapat berubah sesuai kondisi ekonomi global.

ADVERTISEMENT

"Kami tidak boleh menjadi sandera keputusan perusahaan otomotif untuk masuk atau keluar dari olahraga ini," tegasnya.

Ia menambahkan bahwa meskipun kehadiran pabrikan tetap penting, Formula 1 harus menjaga stabilitas jangka panjang dengan memastikan struktur biaya tetap terkendali dan regulasi tidak rentan terhadap perubahan eksternal.

Tombazis juga menegaskan bahwa pembahasan mengenai regulasi masa depan harus dimulai lebih awal mengingat kompleksitas pengembangan power unit yang membutuhkan waktu panjang.

ADVERTISEMENT

"Jika ingin melakukan perubahan untuk siklus berikutnya, diskusi harus dimulai segera karena pengembangan mesin memerlukan waktu yang sangat panjang."

Terkait kemungkinan kembali ke mesin yang lebih bertenaga dan bising seperti era V8, Tombazis menilai hal tersebut tidak akan menjadi masalah bagi generasi penggemar baru, bahkan berpotensi meningkatkan daya tarik emosional olahraga.

Dengan dinamika regulasi yang terus berkembang, Formula 1 kini berada pada fase krusial dalam menentukan keseimbangan antara inovasi teknologi, relevansi industri, dan keberlanjutan jangka panjang kejuaraan.

ADVERTISEMENT

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Proses masuk cepat, aman, dan tanpa ribet.

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU