Pascal Wehrlein merebut kembali puncak klasemen Formula E 2026 setelah finis podium pada Berlin E-Prix Round 8 di Tempelhof, hasil yang menggeser momentum ke arah Porsche dalam perebutan gelar.
Balapan yang dimenangkan oleh Mitch Evans dari Jaguar TCS Racing menyoroti kompleksitas strategi energi dan penggunaan ATTACK MODE. Evans memanfaatkan timing aktivasi 50kW secara optimal, naik dari posisi ke-17 dan mengambil alih pimpinan pada fase akhir, menunjukkan efisiensi penggunaan energi yang lebih baik dibanding rival langsung.
Sementara itu, Oliver Rowland dari Nissan kembali menunjukkan konsistensi dengan finis kedua, memperpanjang tren podium beruntun di Berlin. Namun, meski mengoleksi hasil kuat, manajemen energi di fase akhir tidak cukup agresif untuk menahan tekanan Evans yang memiliki cadangan energi lebih besar pada lap-lap penentuan.

Wehrlein, yang sempat kehilangan poin di Round 7 akibat insiden teknis, memanfaatkan podium ketiga untuk kembali ke posisi teratas klasemen. Faktor kunci datang dari efisiensi penggunaan energi serta strategi ATTACK MODE yang lebih konservatif dibanding rival, memungkinkan dia menjaga stabilitas performa hingga akhir balapan.
“Kami tahu balapan ini akan sangat ditentukan oleh strategi energi. Finis podium di sini sangat penting untuk kejuaraan, terutama setelah kemarin,” ujar Wehrlein.
“Kami memaksimalkan apa yang kami miliki hari ini. Masih banyak balapan tersisa dan konsistensi akan menjadi kunci dalam perebutan gelar.”
Hasil ini juga memperkuat posisi Porsche di klasemen tim dan pabrikan setelah kemenangan Nico Mueller pada Round 7. Kombinasi performa dua mobil menunjukkan keseimbangan antara kecepatan satu lap dan efisiensi energi dalam kondisi balapan yang padat di Tempelhof.
Dengan perubahan signifikan pada klasemen pembalap, tekanan kini meningkat menjelang seri berikutnya di Monaco. Karakter sirkuit jalan raya yang sempit dan kebutuhan efisiensi energi tinggi diperkirakan kembali menjadi faktor penentu dalam mempertahankan momentum bagi Wehrlein maupun para rival terdekatnya.
| POS | FOTO | RIDER / TEAM | PTS |
|---|---|---|---|
|
1
|
|
Pascal Wehrlein
Porsche Formula E Team
|
169 |
|
2
|
|
Jake Dennis
Andretti Formula E
|
164 |
|
3
|
|
Mitch Evans
Jaguar TCS Racing
|
160 |
|
4
|
|
Edoardo Mortara
Mahindra Racing
|
137 |
|
5
|
|
Oliver Rowland
Nissan Formula E Team
|
137 |
|
6
|
|
Antonio Felix da Costa
Jaguar TCS Racing
|
128 |
|
7
|
|
Nyck de Vries
Mahindra Racing
|
115 |
|
8
|
|
Nick Cassidy
Citroën Racing
|
114 |
|
9
|
|
Nico Muller
Porsche Formula E Team
|
102 |
|
10
|
|
Sebastien Buemi
Envision Racing
|
97 |
| POS | FOTO | CONSTRUCTOR | PTS |
|---|---|---|---|
|
1
|
|
Porsche
|
498 |
|
2
|
|
Jaguar
|
400 |
|
3
|
|
Stellantis
|
292 |
|
4
|
|
Mahindra
|
251 |
|
5
|
|
Nissan
|
189 |
|
6
|
|
Lola
|
85 |
Baca Juga
Ulasan mendalam tentang era Gen3 Formula E: dari krisis keselamatan di Valencia hingga fondasi menuju era baru yang lebih cepat hingga 2030.
Zak O'Sullivan akan menjadi pembalap termuda Formula E musim depan setelah bergabung dengan Envision sebagai rekan setim Maximilian Guenther, menggantikan Sebastien Buemi yang pensiun.
Nissan resmi mengontrak Zane Maloney untuk kursi Formula E 2025, mengalahkan Victor Martins. Pengalaman jadi faktor kunci.
Berlangganan Newsletter
Dapatkan update berita balap terbaru langsung di email Anda.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!