Mitch Evans mencatat kemenangan ke-16 dalam kariernya di Formula E pada Berlin E-Prix II 2026, sekaligus memperpanjang rekor sebagai pembalap dengan kemenangan terbanyak dalam sejarah seri. Pembalap Jaguar tersebut mengeksekusi strategi energi secara disiplin di Tempelhof Airport Circuit.
Dalam kondisi suhu tinggi, Evans memilih bertahan di bagian belakang grup untuk menghemat energi pada paruh awal balapan. Strategi ini menjadi krusial di Formula E, di mana efisiensi energi menentukan performa akhir. Saat rival mulai mencapai batas konsumsi, ia mampu meningkatkan pace dan bergerak agresif menuju posisi terdepan.
Balapan berlangsung dengan tempo lambat di fase awal, menciptakan banyak peluang overtake dan situasi pack racing yang padat. Insiden terjadi di lap keempat di Tikungan 6 ketika Nyck de Vries tersenggol rekan setimnya Edoardo Mortara dan mengenai Nick Cassidy. De Vries harus mundur akibat kerusakan suspensi, sementara Cassidy kemudian masuk pit untuk mengganti sayap depan setelah insiden lanjutan.

Di barisan depan, Oliver Rowland sempat membangun keunggulan pada pertengahan lomba sebelum Evans melesat dari belakang ke posisi terdepan pada lap-lap akhir. Pergeseran ini menegaskan efektivitas strategi energi dibanding posisi awal di lintasan Berlin.
Kontroversi muncul di fase akhir ketika Rowland menyalip Pascal Wehrlein di area yang sempat dianggap zona bendera kuning. Namun, steward FIA memastikan kondisi tersebut merupakan slippery surface flag, sehingga manuver dinyatakan sah dan hasil balapan tetap tidak berubah.
Kemenangan ini membawa Evans naik ke posisi kedua klasemen pembalap, hanya terpaut tiga poin dari Wehrlein. Dengan momentum yang terus meningkat, duel perebutan gelar diprediksi akan semakin ketat menjelang putaran berikutnya musim Formula E 2026.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!