Pecco Bagnaia mengungkap Ducati Lenovo Team sudah mengetahui penyebab crash yang membuatnya gagal finis pada MotoGP Prancis 2026 di Le Mans. Pembalap Italia tersebut kehilangan peluang podium setelah terjatuh dari posisi kedua akibat masalah pada front-end motor Ducati Desmosedici GP26.
Bagnaia sebenarnya menjalani salah satu akhir pekan terkuatnya musim ini. Ia meraih pole position dan finis kedua pada sprint race Sabtu sebelum kembali tampil kompetitif pada grand prix utama hari Minggu. Meski sempat turun dari pole ke posisi kelima pada lap pembuka, Bagnaia mampu memulihkan pace dan kembali naik ke posisi kedua di belakang Marco Bezzecchi.
Pembalap Ducati itu terlihat memiliki peluang besar untuk meraih podium grand prix pertamanya musim ini. Namun situasi berubah ketika rasa percaya diri terhadap bagian depan motor mulai menurun secara bertahap sepanjang stint kedua balapan.

"Kami mengalami masalah kecil dan lap demi lap saya kehilangan rasa percaya diri pada front-end sambil tetap mencoba mempertahankan pace yang sama," ujar Bagnaia.
Crash akhirnya terjadi di chicane pertama pada lap ke-16 dari total 27 lap. Bagnaia menjelaskan masalah tersebut terus memburuk dalam sekitar tujuh lap terakhir sebelum ia akhirnya kehilangan kemampuan mengarahkan motor sesuai keinginannya saat pengereman dan turn-in.
Dari sisi teknis, gejala yang dijelaskan Bagnaia kembali mengarah pada masalah stabilitas front-end dan konsistensi grip ban depan Ducati GP26. Ia bahkan menyebut insiden di Le Mans memiliki pola yang sama dengan crash pada MotoGP Spanyol sebelumnya, ketika rasa percaya diri terhadap bagian depan motor juga tiba-tiba hilang pada fase tengah balapan.
"Kami tahu persis mengapa saya crash dan itu sangat membantu tim. Ini bukan kesalahan pembalap dan hal seperti ini bisa terjadi," tambah Bagnaia.
Kondisi tersebut menjadi perhatian penting Ducati karena Le Mans memperlihatkan perubahan karakter performa GP26 ketika ban mulai memasuki fase degradasi lebih tinggi. Dalam kondisi tersebut, pembalap harus menjaga keseimbangan antara pengereman agresif dan stabilitas front-end agar motor tetap mampu mempertahankan racing line optimal.
Crash Bagnaia juga membuka jalan bagi dominasi penuh Aprilia Racing yang berhasil mengunci podium 1-2-3 melalui Jorge Martin, Bezzecchi, dan Ai Ogura. Situasi tersebut semakin memperbesar tekanan terhadap Ducati setelah absennya Marc Marquez akibat operasi pasca-crash Sprint Race.
Meski gagal finis, Bagnaia tetap optimistis menghadapi MotoGP Catalunya pekan depan. Ia percaya Ducati sudah memahami akar masalah teknis yang terjadi di Le Mans dan berharap perkembangan hasil tes sebelumnya di Barcelona dapat membantu GP26 kembali berada di level yang mampu menandingi bahkan melampaui performa Aprilia dalam perebutan gelar MotoGP 2026.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!