Liam Lawson menilai Formula 1 tidak akan pernah sepenuhnya menghilangkan risiko kecelakaan saat start balapan meski FIA telah memperkenalkan sejumlah revisi teknis untuk mencegah insiden serupa dengan yang terjadi di Australia musim ini.
Pada Grand Prix Australia, Lawson mengalami stall di grid tepat sebelum start ketika mobil Racing Bulls-nya kehilangan akselerasi. Situasi tersebut hampir memicu tabrakan besar setelah Franco Colapinto harus melakukan manuver mendadak untuk menghindari bagian belakang mobil Lawson.
Insiden itu langsung menjadi perhatian besar di paddock Formula 1 karena sejak awal musim sejumlah tim sudah mengkhawatirkan karakter start mobil generasi baru hybrid 2026. Salah satu yang paling vokal adalah bos McLaren, Andrea Stella, yang sebelumnya memperingatkan potensi risiko akibat perubahan sistem distribusi tenaga baru.

Menjelang Miami Grand Prix, FIA akhirnya memperkenalkan sistem “low-power start detection” sebagai bagian dari revisi regulasi teknis. Sistem tersebut secara otomatis akan mengaktifkan deployment tambahan dari MGU-K ketika mobil terdeteksi mengalami akselerasi rendah saat start.
Sebelumnya, mobil Formula 1 tidak diizinkan menggunakan tenaga listrik penuh di bawah kecepatan 50 km/jam sehingga fase start sepenuhnya bergantung pada tenaga mesin pembakaran internal. Regulasi baru kini memastikan mobil memiliki cadangan energi listrik yang cukup ketika menuju grid dan dapat menerima bantuan tenaga tambahan saat launch awal.
"Risiko akan selalu ada dalam standing start. Bahkan di kategori lain Anda masih bisa stall dan mengalami kecelakaan besar. Saya rasa tidak mungkin menghilangkan semua risiko," ujar Lawson.
Pembalap Selandia Baru itu menilai fokus utama FIA seharusnya adalah menghilangkan kegagalan sistem yang berada di luar kendali pembalap. Menurut Lawson, stall yang dialaminya di Australia bukan berasal dari kesalahan prosedur start pribadi, melainkan akibat masalah teknis pada sistem mobil.
"Ketika ada sesuatu di luar kendali pembalap seperti kegagalan sistem atau masalah teknis, itulah yang harus dihilangkan. Tetapi risiko dasar balapan akan selalu ada," tambahnya.
Dari sisi teknis, perubahan regulasi start menjadi salah satu konsekuensi langsung dari karakter power unit hybrid baru Formula 1. Distribusi tenaga listrik yang jauh lebih besar membuat fase launch mobil menjadi lebih kompleks dibanding era sebelumnya karena pengelolaan torsi antara ICE dan MGU-K harus berlangsung sangat presisi dalam waktu singkat.
FIA diperkirakan masih akan terus mengevaluasi sistem start sepanjang musim 2026, terutama setelah beberapa pembalap mengeluhkan perilaku launch yang tidak konsisten pada kondisi grip rendah. Dengan Formula 1 terus bergerak menuju regulasi 2027 yang akan mengurangi dominasi energi listrik, isu keselamatan dan stabilitas saat start kini menjadi salah satu fokus utama pengembangan teknis paddock.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!