Janni Hussi mengaku mengalami tekanan mental dan kelelahan ekstrem sebelum akhirnya meraih kemenangan pertama di level Kejuaraan Reli Dunia bersama Teemu Suninen pada Reli Portugal 2026. Duo Finlandia tersebut sukses memenangkan kelas WRC2 setelah melewati salah satu reli gravel paling berat dalam kalender WRC.
Kemenangan itu menjadi pencapaian penting bagi Hussi yang sebelumnya belum pernah meraih kemenangan di level dunia sebagai co-driver. Setelah finis kedua di WRC2 pada Reli Swedia awal musim, Hussi dan Suninen akhirnya berhasil mengubah performa kompetitif mereka menjadi kemenangan penuh di Portugal.
"Ini perasaan yang luar biasa. Kami bekerja sangat keras untuk ini sejak awal persiapan dan rasanya sangat spesial," ujar Hussi.

Reli Portugal dikenal sebagai salah satu event paling menguras fisik dan mental dalam kalender WRC karena kombinasi suhu tinggi, lintasan gravel kasar, serta jadwal yang sangat padat. Bagi Hussi, tantangan terbesar justru datang dari minimnya waktu pemulihan selama pekan reli berlangsung.
Sebelum reli dimulai, Suninen dan Hussi terlebih dahulu menjalani beberapa hari pengujian intensif. Setelah itu mereka langsung memasuki rangkaian reconnaissance dan persiapan pace note dengan waktu tidur yang sangat terbatas. Hussi mengungkapkan dirinya hanya tidur sekitar lima hingga enam jam setiap malam sepanjang pekan reli.
"Saya terus mengalami mimpi buruk tentang suara saya sendiri karena setiap malam kami masih menonton video onboard dan mempelajari pace note sebelum tidur. Rasanya seperti saya tetap berada di dalam reli bahkan saat tidur," jelas Hussi.
Dari sisi teknis, kemenangan di Portugal menjadi indikator penting bagi peningkatan performa Suninen bersama program reli independen yang berjalan dengan anggaran terbatas. Reli Portugal menuntut keseimbangan sempurna antara manajemen ban, konsistensi pace note, dan kemampuan menjaga mobil tetap aman di lintasan yang sangat abrasif.
Suninen sendiri beberapa kali menunjukkan pace kompetitif di special stage cepat dan teknikal sepanjang akhir pekan. Meski menghadapi sejumlah masalah selama reli, pembalap Finlandia itu tetap mampu mempertahankan ritme dan mengontrol keunggulan hingga finis dengan margin 45,6 detik atas Roope Korhonen. Sementara Andreas Mikkelsen menyelesaikan reli di posisi ketiga WRC2.
"Ini memberikan rasa lega besar karena kami akhirnya mendapatkan hasil bagus di momen penting. Kami menghadapi beberapa tantangan selama reli, tetapi berhasil membawa mobil hingga finis dan menunjukkan kecepatan yang sangat baik," kata Suninen.
Kemenangan Portugal juga memiliki dampak besar terhadap masa depan karier Suninen dan Hussi. Keduanya masih menargetkan peluang kembali ke kelas utama Rally1 musim depan di tengah persaingan ketat memperebutkan kursi pabrikan. Dengan banyak pembalap WRC2 sedang memburu promosi ke level tertinggi, hasil Portugal menjadi salah satu kemenangan paling penting dalam upaya Suninen dan Hussi meningkatkan posisi mereka di pasar pembalap WRC 2027.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!