SPONSORED

Joan Mir Jalani Jahitan Tangan Setelah Crash Keras MotoGP Prancis 2026

Notifikasi
Reka Mustika
Reka Mustika
0
Joan Mir Jalani Jahitan Tangan Setelah Crash Keras MotoGP Prancis 2026 TO NEWS OVERVIEW
© Gold & Goose

Joan Mir harus menjalani jahitan pada tangan kanannya setelah mengalami crash keras pada MotoGP Prancis 2026 di Le Mans. Pembalap Honda HRC tersebut mengalami luka sobek pada tangan kanan usai terjatuh saat sedang bertarung di posisi enam besar grand prix utama.

Insiden tersebut menjadi pukulan besar bagi Mir yang sebenarnya menjalani salah satu akhir pekan terbaiknya musim ini. Juara dunia MotoGP 2020 itu berhasil lolos kualifikasi di posisi ketujuh dan finis keenam pada sprint race Sabtu, sebelum kembali tampil kompetitif pada balapan utama hari Minggu.

Mir berada di posisi keenam hingga lap ke-20 dari total 27 lap sebelum akhirnya mengalami crash. Honda kemudian membatalkan seluruh agenda media sang pembalap dan mengonfirmasi bahwa Mir membutuhkan jahitan akibat luka pada tangan kanan.

Pecco Bagnaia Ungkap Penyebab Crash Ducati di MotoGP Prancis 2026
Baca JugaPecco Bagnaia Ungkap Penyebab Crash Ducati di MotoGP Prancis 2026

"Itu cara yang mengecewakan untuk mengakhiri akhir pekan yang sebenarnya sangat kuat bagi kami," ujar Mir.

ADVERTISEMENT

Pembalap Spanyol tersebut menjelaskan bahwa kecelakaan terjadi akibat perubahan temperatur ban depan hard setelah ia berhasil melewati Fabio Quartararo. Saat masih berada di belakang Yamaha, Mir merasa temperatur ban depan tetap stabil karena efek slipstream dan ritme pengereman yang lebih konsisten.

Namun setelah berada di udara bersih, temperatur ban depan mulai turun dan memaksanya meningkatkan tekanan pada bagian depan motor untuk mengembalikan grip. Kondisi itu membuat front-end RC213V kehilangan cengkeraman saat fase pengereman awal.

"Setelah saya menyalip Fabio, ban depan mulai semakin dingin dan saya harus memaksa bagian depan motor untuk menaikkan temperatur. Saya kehilangan front-end saat pengereman awal," jelas Mir.

ADVERTISEMENT

Dari sisi teknis, masalah temperatur ban depan kembali memperlihatkan salah satu kelemahan utama Honda RC213V 2026. Motor Honda masih sangat sensitif terhadap perubahan distribusi beban dan temperatur front tyre, terutama ketika pembalap keluar dari slipstream dan mulai menghadapi clean air. Situasi tersebut membuat pembalap harus berkendara sangat dekat dengan limit grip untuk mempertahankan pace kompetitif.

Mir kembali menegaskan bahwa margin antara crash dan tetap bertahan di atas motor Honda saat ini masih terlalu tipis. Pernyataan tersebut konsisten dengan kritiknya sepanjang musim mengenai karakter RC213V yang sulit diprediksi pada area front-end ketika memasuki pengereman agresif.

Meski mengalami crash keras dan membutuhkan jahitan, Mir memastikan kondisinya secara umum baik-baik saja. Namun hasil DNF di Le Mans membuatnya baru sekali melihat bendera finis pada grand prix utama sepanjang lima putaran pertama MotoGP 2026. Dengan MotoGP Catalunya berlangsung pekan depan, Honda kini menghadapi tekanan besar untuk meningkatkan stabilitas front-end RC213V agar potensi pace Mir tidak kembali hilang akibat insiden serupa.

ADVERTISEMENT

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU