Formula E menegaskan komitmennya untuk tetap menggelar balapan di Arab Saudi pada musim Gen4 2026-2027 meski situasi geopolitik Timur Tengah masih belum stabil. CEO Formula E Jeff Dodds memastikan pihaknya akan “berjuang habis-habisan” demi mempertahankan Jeddah dalam kalender musim depan saat pengumuman resmi kalender semakin dekat.
Arab Saudi telah menjadi salah satu pasar strategis terpenting bagi Formula E dalam beberapa tahun terakhir. Selain menjadi tuan rumah reguler sejak Season 6, Public Investment Fund (PIF) Saudi juga merupakan mitra utama sekaligus pemegang saham minoritas di kejuaraan mobil listrik tersebut. Investasi besar dari pemerintah Saudi membuat event Formula E di negara itu berkembang menjadi salah satu seri paling spektakuler dalam kalender dengan pertunjukan drone dan kembang api berskala besar.
Sejak debut di Diriyah pada 2019, Formula E telah menggelar 14 balapan di Arab Saudi. Sepuluh balapan pertama berlangsung di kawasan World Heritage Site Diriyah sebelum empat balapan terakhir dipindahkan ke Jeddah Corniche Circuit, sirkuit yang juga digunakan oleh Formula 1. Seluruh event di Arab Saudi sejak 2019 selalu digelar dalam format double-header untuk memaksimalkan nilai komersial dan eksposur global.

Namun, situasi regional yang memanas sejak awal tahun kini menciptakan tekanan besar terhadap berbagai kejuaraan dunia motorsport. Formula 1 sebelumnya terpaksa membatalkan balapan di Jeddah pada April, sementara Formula E berhasil menyelesaikan event Februari sebelum konflik berkembang lebih luas. Ketidakpastian tersebut kini memengaruhi proses finalisasi kalender musim depan yang dijadwalkan diumumkan dalam pertemuan FIA World Motor Sport Council pada 23 Juni.
Meski Dodds tidak mengonfirmasi apakah Jeddah akan menjadi seri pembuka era Gen4 pada pertengahan Desember, ia mengakui Formula E sedang berupaya menjaga fleksibilitas kalender apabila kondisi keamanan berubah sewaktu-waktu.
“Tidak akan mengejutkan siapa pun bahwa kami berencana membalap di Jeddah musim depan,” kata Dodds kepada RacingNews365.
“Musim kami dimulai pada Desember dan berlangsung hingga Juli. Jika melihat situasi saat ini, mungkin kami tidak ingin menggelar balapan di Timur Tengah sekarang. Tetapi itu masih cukup lama. Hubungan kami dengan Arab Saudi sudah terjalin sangat lama.”
Dodds juga menyoroti pentingnya hubungan komersial dan strategis Formula E dengan Arab Saudi. Menurutnya, Formula E menjadi kategori motorsport pertama yang mendapatkan investasi penuh dari Saudi sebelum berbagai kejuaraan global lain masuk ke kawasan tersebut.
“Kami memiliki kemitraan yang luar biasa. Jadi ada banyak fleksibilitas dan keinginan dalam hubungan tersebut. Jika kami tidak bisa melakukannya sebagai seri pembuka, maka kami akan mencari waktu lain dalam kalender untuk menggelarnya nanti.”
Formula E kini menghadapi tantangan besar dalam menyusun kalender Gen4 yang stabil di tengah situasi geopolitik yang sulit diprediksi. Selain faktor keamanan, jadwal musim depan juga sangat penting karena akan menjadi awal era teknis baru dengan mobil Gen4 yang diproyeksikan memiliki peningkatan performa besar pada tenaga, efisiensi energi, dan kemampuan aerodinamika dibanding generasi sebelumnya.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!