SPONSORED

Fabio Quartararo Akui Tak Bahagia: Alasan Tinggalkan Yamaha demi Honda

Notifikasi
Rizaldi Maulana
Rizaldi Maulana
0
Fabio Quartararo Akui Tak Bahagia: Alasan Tinggalkan Yamaha demi Honda TO NEWS OVERVIEW
Crash.net sat down with Fabio Quartararo at the British Grand Prix © Gold and Goose

Fabio Quartararo buka suara. Ini bukan sekadar keputusan pindah tim; ini tentang mencari kebahagiaan lagi di atas motor. Setelah musim 2026 yang melelahkan bersama Yamaha, pembalap asal Prancis itu akhirnya mengakui apa yang sudah banyak diduga: ia tidak lagi menikmati balapan.

“Sejujurnya, saya tidak benar-benar bersenang-senang,” kata Fabio Quartararo kepada Crash.net di Silverstone. “Saya orang yang sangat kompetitif. Bahkan saat saya memaksimalkan kemampuan, rasanya seperti di Sachsenring – mungkin akhir pekan terbaik kedua saya – saya tidak menikmati melihat orang menyalip saya, saya tidak bisa overtake, padahal saya tahu dalam satu lap saya bisa lebih cepat.”

Momen itu menjadi titik balik. Setelah delapan musim di kelas premier, termasuk gelar juara dunia 2021 yang gemilang, Yamaha justru terpuruk. Sejak 2022, ia tak pernah menang lagi. Yamaha mencoba bangkit dengan mesin V4 untuk 2026, tapi hasilnya jauh dari harapan.

Martin Tak Khawatir Yamaha Lamban: Keputusan Lebih Matang
Baca JugaMartin Tak Khawatir Yamaha Lamban: Keputusan Lebih Matang

“Saya pikir ini akan jauh lebih baik dari sekarang, terutama setelah tes pertama di Barcelona,” ungkapnya. “Tapi masalahnya, dari September hingga November kami tidak membuat kemajuan. Paket kami sekarang hampir sama dengan motor pertama yang saya tunggangi.”

ADVERTISEMENT

Keputusan pindah ke Honda memang terlihat seperti lompatan dari satu masalah ke masalah lain. Namun bagi Quartararo, ada sesuatu yang berbeda di proyek HRC. “Saya melihat banyak hal, di lintasan dan di luar lintasan, yang berbeda,” jelasnya. “Aturan baru, motor baru, ini taruhan. Tapi saya melihat kemajuan yang mereka buat dengan motor 2027. Sebagai anak kecil, saya punya dua tim impian, dan ini seperti mimpi.”

Honda memang serius. Mereka merekrut Romano Albesiano sebagai direktur teknis, menambah Aleix Espargaro dan Takaaki Nakagami di tim penguji, dan kabarnya Davide Brivio akan segera bergabung. Marc Marquez pun menyebut kombinasi Quartararo-Honda layak diperhatikan jika motor kompetitif.

“Saya sangat senang mendengar komentar pembalap lain, terutama Marc, karena dia yang tercepat, yang terbaik menurut saya,” pungkas Quartararo. “Saya menantikan proyek baru ini dan mencoba menikmati balapan lagi.”

ADVERTISEMENT

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU