Ricky Collard tidak menyembunyikan kekecewaannya. Baru saja meninggalkan kursi Hyundai Team VERTU di BTCC, ia langsung melontarkan sindiran tajam ke Osamu Kawashima melalui Instagram. Dalam unggahan story, Collard membagikan komentar penggemar yang menyesalkan keputusan tim menggantinya, lalu menambahkan, "Off to support my family race not watch my car be driven round in last place 3 seconds off the pace."
Kekecewaan Collard bukan tanpa alasan. Sepanjang musim 2026, perjuangan budget-nya menjadi sorotan. Bahkan, prediksi awal menyebut ia hanya akan bertahan hingga pertengahan musim. Namun, perpanjangan kontrak bersama Team VERTU membawanya hingga Croft. Sayangnya, tim kemudian merekrut Osamu Kawashima, pembalap Jepang berusia 57 tahun, sebagai pembalap cadangan, dan mengonfirmasi bahwa ia akan turun di Silverstone dan Brands Hatch GP.
Kawashima bukan tanpa prestasi. Ia pernah menjadi runner-up di kelas amatir Ginetta GT4 pada 2015, dan sempat mencicipi Toyota Avensis milik Speedworks dalam tes sehari pada 2016. Kini, ia menjadi pembalap Jepang pertama di BTCC sejak Kunimitsu Takahashi pada 1985. "Saya sangat senang mendapat kesempatan menjadi pembalap Jepang pertama di BTCC di era modern," ujarnya. "Ini adalah puncak dari mimpi saya."

Namun, debut Kawashima di Silverstone tidak berjalan mulus. Ia tampil jauh dari kecepatan kompetitif di sesi latihan bebas, tertinggal sekitar tiga detik dari pembalap terdepan. Hal ini memicu kritik, terutama dari Collard yang merasa kursinya diambil alih oleh pembalap yang belum terbukti di ajang touring car.
Keputusan Team VERTU untuk mengganti Collard memang mengejutkan. Collard, yang merupakan mantan juara British GT, telah menunjukkan performa solid dengan meraih podium dan poin. Namun, faktor budget dan peluang pemasaran tampaknya menjadi pertimbangan utama tim. Kawashima membawa latar belakang yang unik dan potensi pasar Jepang, tetapi hasil di lintasan tetap menjadi ukuran utama.
Di sisi lain, Kawashima mengakui bahwa ia butuh waktu beradaptasi. "Saya berterima kasih kepada semua orang di EXCELR8 yang telah membantu saya selama tes," tambahnya. "Saya telah menetapkan tujuan untuk berlomba di BTCC sejak lama, dan akhirnya semuanya berjalan lancar."
Dengan Silverstone sebagai panggung pertama, tekanan kini ada pada Kawashima untuk membuktikan bahwa keputusan tim tidak salah. Sementara Collard, yang kini mengalihkan fokus untuk mendukung balapan keluarga, tampaknya masih menyimpan rasa sakit hati. Publik BTCC pun menantikan apakah Kawashima mampu menjawab kritik dengan performa di lintasan.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!