Fabio Quartararo kembali membuka diskusi panas soal format sprint di MotoGP. Pembalap Yamaha itu menilai MotoGP seharusnya menggelar sprint sebanyak yang dilakukan Formula 1, bukan setengah-setengah seperti sekarang.
Pernyataan ini muncul di tengah rencana perubahan besar format akhir pekan MotoGP mulai 2027. Para pemangku kepentingan disebut akan menyepakati dua sesi kualifikasi per putaran, yang kemungkinan mengurangi waktu latihan bebas. Saat ini, pembalap memulai sprint dan grand prix dari posisi yang sama, namun usulan baru akan memisahkan penentuan grid untuk kedua balapan tersebut.
Rencana itu memang mengadopsi gaya F1, yang menggelar kualifikasi sprint dan kualifikasi utama di setiap akhir pekan sprint. Namun bagi Quartararo, meniru F1 tidak cukup hanya soal kualifikasi. Ia ingin jumlah sprint juga disamakan. “Pendapat saya soal sprint adalah jika mereka ingin seperti F1, kami harus melakukan jumlah sprint yang sama dengan F1. Menurut saya, itulah yang perlu kami lakukan,” ujarnya.

Ketika diberitahu bahwa kalender F1 2027 yang baru diumumkan memuat 10 sprint, naik dari enam tahun ini, juara dunia 2021 itu menjawab, “Saya senang dengan 10. Saya bahkan senang dengan 12.”
Format sprint memang tidak pernah sepenuhnya populer di kalangan pembalap. Mereka merasa balapan tambahan membuat risiko cedera meningkat. “Ini benar-benar intens. Jumlah stres dan segala hal saat start. Untuk keselamatan, kita tahu start adalah momen paling berbahaya. Jadi, jika mereka ingin membuat kualifikasi sebagai sprint, saya pikir kita perlu meniru persis F1,” tambah pembalap Prancis itu.
Quartararo juga menyuarakan keluhan tentang kurangnya suara pembalap dalam menentukan masa depan MotoGP. Menurutnya, tanpa suara yang bersatu, sulit bagi mereka untuk mempengaruhi perubahan. “Mereka mengadakan sprint tanpa benar-benar bertanya kepada pembalap, jadi saya tidak yakin mereka akan bertanya. Kami sudah punya sprint sekarang, pasti mereka tidak akan menghapusnya,” katanya.
Ia menegaskan, “Kami di sini untuk membalap. Jika mereka menyuruh kami melakukan 22 sprint, kami lakukan 22 sprint. Jika 12, kami lakukan 12. Tapi kami bukan yang memutuskan apa yang harus kami lakukan.”
Debat ini akan semakin menarik menjelang musim 2027, ketika MotoGP dijadwalkan mengunjungi Buenos Aires dan Adelaide. Apakah format sprint akan benar-benar meniru F1? Waktu yang akan menjawab.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!