Lando Norris melontarkan kemarahan keras terhadap Franco Colapinto setelah insiden restart yang menggagalkan balapannya di Grand Prix Azerbaijan. Pembalap McLaren itu menilai kesalahan Colapinto layak mendapat sanksi berat, bahkan menuntut larangan satu balapan.
Insiden di Restart Lap 36
Pada restart lap 36 di sirkuit jalanan Baku, Colapinto mengalami lock-up pada ban depan dingin dan menabrak rekan setimnya di Alpine, Pierre Gasly, di Tikungan 1. Norris yang berada di dekatnya juga terseret dalam insiden tersebut. Akibatnya, ketiga pembalap gagal finis, menambah frustrasi Norris yang sejak awal balapan sudah kesulitan menjaga pace.
Norris sendiri sempat membuat kesalahan di Tikungan 1 yang menjatuhkannya ke tengah rombongan. Namun, ia menegaskan bahwa insiden restart adalah murni kesalahan Colapinto. "Saya belum melihat rekamannya. Saya hanya tersingkir. Saya pikir FIA harus lebih tegas dan mulai memberikan larangan untuk hal seperti ini," ujarnya geram. "Ini kecerobohan. Biayanya sangat besar; semua komponen saya sekarang ada di tempat sampah. Orang seperti ini harus dilarang, karena itu bukan cara membalap yang layak di Formula 1."

Ketika ditanya apakah kondisi trek Baku yang licin bisa menjadi faktor peringan, Norris menolak. "Di Formula 1, pembalap dituntut untuk mengantisipasi segalanya. Grip rendah, suhu ban rendah—itu bukan alasan. Kami ingin bersaing dengan pembalap terbaik dunia, dan ketika hal seperti ini terjadi, itu karena mereka tidak seharusnya berada di sini," tegasnya. "Saya belum melihat kejadiannya, tapi jika Anda menyebabkan kecelakaan saat restart seperti itu, Anda setidaknya harus mendapat larangan satu balapan."
Sementara itu, Franco Colapinto menyampaikan permintaan maaf. "Kesalahan besar," akunya. "Saya terkunci total karena ban dan rem dingin, dan benar-benar kehilangan kendali. Tidak ada yang bisa saya katakan selain maaf kepada tim, tentu saja kepada Pierre, dan seluruh pabrik. Kami telah bekerja keras untuk meraih poin dan saya membuangnya dengan kesalahan besar itu. Saya sangat sedih untuk tim. Ini kekecewaan besar. Saya juga minta maaf kepada Lando."
Insiden ini menjadi pukulan telak bagi McLaren yang berharap Norris bisa meraih hasil maksimal di Baku. Kekecewaan Norris juga mencerminkan tekanan yang ia hadapi sebagai juara dunia bertahan. Sementara itu, Gasly dan Alpine juga kehilangan peluang poin berharga. Insiden ini kembali memicu diskusi tentang standar penalti di F1, terutama terkait keselamatan dan profesionalisme pembalap.
Hingga kini, pengawas balapan belum mengeluarkan keputusan resmi terkait insiden tersebut. Namun, seruan Norris agar Colapinto dihukum berat akan menjadi sorotan menjelang balapan berikutnya. Kasus ini juga mengingatkan pada insiden serupa di masa lalu yang berujung pada sanksi larangan balapan, seperti yang pernah dialami Romain Grosjean pada 2012.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!