Adrien Fourmaux memuji keputusan penyuplai ban World Rally Championship (WRC), Hankook, bersama FIA dan WRC Promoter untuk memperkenalkan zona tukar ban di Rally Chile. Inisiatif ini muncul setelah serangkaian masalah ban yang mengganggu jalannya Rally del Paraguay dua pekan sebelumnya.
Latar Belakang Perubahan Regulasi
Biasanya, tim Rally1 hanya diperbolehkan menggunakan 28 ban sepanjang satu putaran WRC. Namun di Chile, jatah tersebut dinaikkan menjadi 36 ban. Selain itu, zona tukar ban ditambahkan dalam itinerary antara Lota dan Maria las Cruces pada Sabtu, serta di pertengahan hari Minggu antara SS14 BioBio 1 dan SS15 Carampangue 2. Pembalap diwajibkan membawa jumlah ban yang sama seperti saat meninggalkan service, tetapi mereka bisa menukar hingga dua ban bekas dengan dua ban baru dengan kompon berbeda jika diinginkan.
Tanggapan Positif dari Para Pembalap
Fourmaux mengungkapkan bahwa zona tukar ban benar-benar membantu. "Itu berhasil," ujarnya kepada DirtFish. "Saya pikir akan lebih bermasalah hari ini [Minggu] jika kita tidak memiliki zona tukar ini, terutama. Dan saya pikir kemarin juga. Jadi secara keseluruhan, saya pikir itu reaksi yang bagus."

Rekan setimnya di Toyota, Sami Pajari, setuju dan bahkan berharap format ini diterapkan di event lain. "Sebenarnya itu hal yang cukup bagus untuk dimiliki," katanya. "Tentu saja lebih menyenangkan bagi kami, Anda bisa memiliki sedikit lebih banyak margin untuk bermain dan saya pikir itu juga lebih menyenangkan bagi penggemar bahwa kita tidak hanya berjalan lambat, kita bisa benar-benar mendorong. Saya tahu permainan ini tidak murah, dan kita selalu berbicara tentang pengeluaran, tapi mungkin empat ban ekstra tidak akan mengubah apa pun pada akhirnya. Jadi, bagi saya, itu hal yang bagus untuk dilakukan."
Apresiasi dari Hankook
Juru bicara Hankook, Steven Cho, berterima kasih kepada semua pemangku kepentingan atas kerja sama mereka dalam menerapkan perubahan dalam waktu singkat. "Terima kasih banyak kepada semua orang di FIA dan promotor, dan tentu saja semua tim teknis dan semua produsen, ini benar-benar hubungan kerja yang sangat erat dan kolaborasi yang baik, bahkan melalui masa-masa sulit," kata Cho kepada DirtFish. "Ini adalah ide yang muncul, dan sekali lagi terima kasih banyak kepada promotor dan FIA yang membantu kami menerapkannya dengan sangat cepat karena sejujurnya, saya pikir lebih sulit bagi penyelenggara dan FIA untuk menyelesaikannya daripada bagi kami. Jadi semua orang sangat terbuka tentang itu. Dan, Anda tahu, pernyataan dan perasaan bahwa kita semua berada di perahu yang sama dan kita semua melakukan yang terbaik untuk kejuaraan sangat jelas."
Dampak pada Klasemen dan Performa
Ban memang jauh lebih sedikit menjadi bahan pembicaraan di Rally Chile dibandingkan di Paraguay. Meski demikian, pemimpin klasemen Elfyn Evans mengalami puncture yang harus diganti pada hari Minggu, yang membuatnya kehilangan tiga posisi secara keseluruhan dan poin kejuaraan yang berharga. Cho menambahkan, "Saya pikir kami tahu bahwa, tentu saja, Sabtu dan Minggu akan lebih sulit daripada Jumat, bahkan tanpa bantuan cuaca. Dan kemudian Minggu, saya kira sudah diketahui akan menjadi pembunuh ban. Kami memiliki suhu yang relatif hangat, jadi saya tidak terkejut bahwa kami memiliki frekuensi masalah yang sedikit lebih tinggi."
Keputusan untuk menambah jatah ban dan zona tukar ban di Chile menunjukkan respons cepat dari para pemangku kepentingan WRC terhadap tantangan yang muncul. Dengan dukungan dari pembalap seperti Fourmaux dan Pajari, serta apresiasi dari Hankook, langkah ini bisa menjadi preseden untuk event-event mendatang, terutama yang memiliki karakter keras terhadap ban. Namun, insiden yang menimpa Evans menjadi pengingat bahwa manajemen ban tetap menjadi faktor krusial dalam perebutan gelar juara.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!