Advertisement Sportrik
15s

Zak Brown Tekan F1 Hentikan Model A/B Team

Notifikasi
Zak Brown Tekan F1 Hentikan Model A/B Team
© XPBimages

Formula 1, Sportrik Media - Zak Brown, CEO McLaren Racing, kembali menegaskan penolakannya terhadap model A/B team dan kepemilikan silang di Formula 1, dengan argumen berbasis pada risiko langsung terhadap integritas kompetisi dan keseimbangan finansial antar tim.

Isu ini kembali mencuat setelah dinamika perpindahan personel antara Red Bull Racing dan tim satelitnya, Racing Bulls, termasuk kasus kedatangan Andrea Landi yang dapat langsung bergabung, sementara McLaren harus menunggu hingga 2028 untuk mendapatkan Gianpiero Lambiase. Perbedaan mekanisme ini menjadi contoh konkret ketimpangan struktural yang disoroti Brown.

“I think A/B teams, we need to get away from as much as possible, as quickly as possible,” tegas Brown.

Zak Brown Urges F1 to End A/B Team Model Risks
Read AlsoZak Brown Urges F1 to End A/B Team Model Risks

Analisis utama Brown berfokus pada dua aspek: integritas olahraga dan keadilan ekonomi. Dalam konteks sporting fairness, keberadaan dua tim di bawah satu entitas membuka potensi konflik kepentingan—baik dalam strategi balapan, pengembangan teknis, hingga pertukaran informasi non-formal. Ia mencontohkan insiden Daniel Ricciardo yang merebut fastest lap di Singapura 2024, yang secara tidak langsung menguntungkan tim lain dalam struktur yang sama.

ADVERTISEMENT

Selain itu, Brown menyoroti isu transfer sumber daya manusia dan intellectual property (IP) antar tim yang dinilai tidak seimbang. Kasus historis seperti pelanggaran desain brake duct antara Racing Point dan Aston Martin, serta mobilitas personel antara Ferrari dan Haas F1 Team, menjadi bukti bahwa batas independensi tim sering kali kabur dalam praktik.

“Kami melihat perpindahan karyawan secara instan, sementara tim lain harus menunggu atau bahkan membayar kompensasi yang memengaruhi cost cap,” jelasnya.

Dari perspektif regulasi, kondisi ini menciptakan dua jenis keunggulan tidak adil: sporting advantage melalui akses informasi dan koordinasi implisit, serta financial advantage melalui efisiensi transfer tanpa kompensasi penuh. Dalam era cost cap, ketidakseimbangan ini memiliki dampak langsung terhadap daya saing jangka panjang.

ADVERTISEMENT

Brown juga mengangkat analogi sepak bola untuk menggambarkan potensi konflik kepentingan. Ia menilai bahwa kepemilikan multi-tim dalam satu kompetisi dapat menciptakan skenario di mana hasil pertandingan dipengaruhi oleh kepentingan grup, bukan kompetisi murni. Referensi terhadap kasus Crystal Palace dan Lyon dalam kompetisi Eropa memperkuat argumen bahwa olahraga lain telah menerapkan pembatasan ketat terhadap model tersebut.

“Bayangkan dua tim dengan pemilik yang sama saling bertanding, dengan konsekuensi degradasi di satu sisi—itu risiko nyata yang kita hadapi,” ujarnya.

Dalam kerangka solusi, Brown menegaskan bahwa batas hubungan antar tim seharusnya hanya pada level pemasok mesin. Ia menolak ekspansi lebih jauh ke arah kepemilikan atau integrasi struktural, dengan tujuan menjaga independensi penuh setiap tim di grid.

ADVERTISEMENT

“I think having power unit suppliers is as far as it should go,” tambahnya.

Secara strategis, pernyataan ini mencerminkan kekhawatiran bahwa ekspansi model multi-tim dapat menggerus kepercayaan penggemar terhadap keaslian kompetisi. Dalam industri yang sangat bergantung pada kredibilitas sporting integrity, persepsi bahwa tidak semua tim benar-benar independen dapat menjadi faktor risiko utama terhadap nilai komersial jangka panjang Formula 1.

Dengan meningkatnya kompleksitas struktur kepemilikan dan mobilitas sumber daya antar tim, tekanan terhadap FIA untuk memperketat regulasi akan semakin besar. Jika tidak diatur secara tegas, model A/B team berpotensi mengubah Formula 1 dari kompetisi antar entitas independen menjadi ekosistem terintegrasi, yang secara fundamental menggeser prinsip dasar olahraga tersebut.

ADVERTISEMENT

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free login.

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

Live Commentary / Indonesia Live Coverage

LIVE NOW

WRC 2026, Analisis & Rumor Hangat

WATCH LIVE
RECOMMENDED FOR YOU