Formula 1, Sportrik Media - Max Verstappen dari Oracle Red Bull Racing memecahkan rekor lap tercepat dalam sejarah Formula 1 berdasarkan kecepatan rata-rata. Ia meraih pole position di kualifikasi Grand Prix Italia 2025 di Monza dengan waktu 1m18.792s. Selain itu, Verstappen dengan canda menyatakan ia bisa lebih cepat dengan mobil Mercedes sebelumnya. Artikel ini mengulas prestasi tersebut dan dinamika kualifikasi pada 6 September 2025.
Rekor Lap Bersejarah Verstappen
Verstappen mencatatkan lap tercepat di Monza, mengungguli Lando Norris dan Oscar Piastri dari McLaren F1 Team. Waktu 1m18.792s menjadikannya pole sitter kelima musim ini. Oleh karena itu, ia memecahkan rekor yang sebelumnya dipegang Lewis Hamilton. Dengan canda, Verstappen berkomentar, “Saya akan lebih cepat dengan mobil Mercedes itu.” Sementara itu, kerja Red Bull Pit Crew dan insinyur Adrian Newey memastikan performa optimal.
Persaingan Ketat di Kualifikasi
McLaren menunjukkan kecepatan kompetitif, tetapi kalah tipis dari Verstappen. Norris hanya tertinggal 0,077 detik, sedangkan Piastri di posisi ketiga. Di sisi lain, Charles Leclerc dari Scuderia Ferrari finis keempat. Mercedes AMG Petronas F1 Team di bawah Toto Wolff menempatkan pembalapnya di papan tengah. Sebagai contoh, George Russell finis keenam. Gabriel Bortoleto dari Stake F1 Team Kick Sauber tampil mengejutkan di posisi kedelapan.

Puji Syukur dari Rosberg
Mantan juara dunia, Nico Rosberg, memuji Verstappen sebagai salah satu dari lima pembalap terbaik sepanjang masa. “Penampilannya di Monza seperti sulap,” ujar Rosberg. Oleh karena itu, prestasi ini memperkuat reputasi Verstappen. Namun, McLaren mengakui kelemahan di lintasan lurus Monza. Sebagai contoh, pengaturan aerodinamika mereka kurang optimal dibandingkan Red Bull. Akibatnya, Verstappen memanfaatkan kecepatan mobilnya dengan sempurna.
Prospek Balapan di Monza
Balapan utama pada 7 September 2025 diprediksi sengit. Verstappen di posisi pole memiliki peluang besar untuk menang. Namun, McLaren dan Ferrari akan menekan dengan strategi ban dan pit stop. Selain itu, tim seperti BWT Alpine F1 Team dan MoneyGram Haas F1 Team berpotensi menciptakan kejutan. Oleh karena itu, Sportrik memprediksi balapan akan ditentukan oleh manajemen ban dan dukungan tifosi untuk Ferrari di “Temple of Speed.”
| POS | FOTO | RIDER / TEAM | PTS |
|---|---|---|---|
|
1
|
|
Kimi Antonelli
Mercedes
|
219 |
|
2
|
|
Lewis Hamilton
Ferrari
|
169 |
|
3
|
|
George Russell
Mercedes
|
160 |
|
4
|
|
Charles Leclerc
Ferrari
|
138 |
|
5
|
|
Lando Norris
McLaren
|
128 |
|
6
|
|
Max Verstappen
Red Bull
|
109 |
|
7
|
|
Oscar Piastri
McLaren
|
92 |
|
8
|
|
Isack Hadjar
Red Bull
|
68 |
|
9
|
|
Liam Lawson
Racing Bulls
|
43 |
|
10
|
|
Pierre Gasly
Alpine F1 Team
|
42 |
| POS | FOTO | CONSTRUCTOR | PTS |
|---|---|---|---|
|
1
|
|
Mercedes
|
379 |
|
2
|
|
Ferrari
|
307 |
|
3
|
|
McLaren
|
220 |
|
4
|
|
Red Bull
|
177 |
|
5
|
|
Racing Bulls
|
66 |
|
6
|
|
Alpine F1 Team
|
61 |
|
7
|
|
Haas F1 Team
|
21 |
|
8
|
|
Audi
|
12 |
|
9
|
|
Williams
|
11 |
|
10
|
|
Aston Martin
|
1 |
Read Also
Cadillac membantah rumor kepindahan Sergio Perez ke Williams. Bos tim Marcin Budkowski memuji performa Perez dan menegaskan komitmennya pada tim debutan F1 2026.
Graeme Lowdon dipecat Cadillac F1 setelah 11 balapan tanpa poin, senasib Christian Horner. Marcin Budkowski ditunjuk sebagai pengganti.
Cadillac Racing memecat Team Principal Graeme Lowdon setelah gagal mencetak poin di 11 balapan F1 2026. Marcin Budkowski ditunjuk sebagai pengganti.
Subscribe Newsletter
Get the latest racing news updates directly to your email.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!