Christian Horner dan Toto Wolff dikabarkan masih menjadi dua kandidat utama dalam perebutan 24 persen saham Alpine F1 Team, di tengah upaya restrukturisasi besar yang sedang berlangsung di kubu Renault.
Pembicaraan terkait saham tersebut pertama kali dikonfirmasi oleh penasihat eksekutif Alpine, Flavio Briatore, pada Januari lalu. Saat itu, Briatore mengungkap bahwa Horner telah melakukan diskusi dengan Otro Capital terkait kepemilikan saham yang diperkirakan bernilai sekitar 750 juta dolar AS, berdasarkan valuasi Alpine yang disebut mencapai sekitar 3 miliar dolar.
Otro Capital sendiri merupakan perusahaan investasi asal Amerika Serikat yang memimpin kelompok investor besar dengan sejumlah nama terkenal seperti Ryan Reynolds, Michael B. Jordan, Patrick Mahomes, hingga Travis Kelce. Renault saat ini masih memegang 76 persen saham Alpine.

Kurang dari dua bulan setelah nama Horner muncul, rumor keterlibatan Wolff mulai berkembang. Briatore kemudian mengonfirmasi bahwa terdapat “tiga atau empat calon pembeli potensial”, sekaligus menegaskan bahwa pembicaraan dilakukan dengan Mercedes dan bukan secara personal bersama Wolff.
Namun, sumber RacingNews365 yang memahami situasi tersebut menyebut Wolff bersama Mercedes telah mengajukan proposal resmi untuk membeli saham tersebut. Nilai tawaran itu dikabarkan berada jauh di bawah ekspektasi dan belum mengalami peningkatan hingga saat ini.
Meski demikian, Mercedes memiliki faktor strategis yang cukup kuat dalam negosiasi. Mulai musim Formula 1 2026, Alpine resmi menggunakan power unit Mercedes setelah Renault menghentikan proyek mesin pabrikan mereka sendiri. Hubungan teknis tersebut dinilai membuka peluang sinergi jangka panjang yang menarik perhatian manajemen Renault.
Performa Alpine sendiri menunjukkan peningkatan signifikan musim ini. Setelah finis terakhir di klasemen konstruktor musim lalu, Alpine kini berada di posisi lima besar setelah rangkaian awal musim di Australia, China, Jepang, dan Miami.
Situasi tersebut membuat kepemilikan saham Alpine menjadi semakin menarik bagi investor baru. Dalam kasus Horner, akuisisi saham dinilai bukan sekadar investasi finansial, melainkan kesempatan untuk kembali memiliki pengaruh langsung di struktur Formula 1.
Horner diketahui menginginkan posisi dengan kekuatan pengambilan keputusan setelah meninggalkan Red Bull Racing pada pertengahan musim lalu. Salah satu ketidakpuasan utamanya selama di Red Bull disebut berkaitan dengan keterbatasan kontrol strategis meski telah memimpin tim selama dua dekade.
Jika berhasil membeli saham Otro Capital, Horner diperkirakan akan memperoleh pengaruh besar terhadap arah manajemen Alpine, termasuk keputusan terkait pembalap dan struktur kepemimpinan tim. Faktor inilah yang disebut menjadi salah satu perhatian utama Wolff dan juga CEO McLaren, Zak Brown.
Dengan regulasi teknis baru Formula 1 mulai berlaku pada 2026, perubahan struktur kepemilikan Alpine diperkirakan dapat menjadi salah satu perkembangan politik dan bisnis paling signifikan di paddock dalam beberapa bulan mendatang.
Sumber: RacingNews365.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!