Kekecewaan menyelimuti kubu McLaren setelah Lando Norris gagal memanfaatkan posisi pole di Grand Prix Spanyol. Prinsipal tim Andrea Stella menilai bahwa kesulitan menyalip di sirkuit jalanan Madring menjadi faktor utama yang membuat Norris kehilangan kemenangan, meskipun ia sempat memimpin balapan dengan nyaman.
Norris start dari posisi terdepan dan langsung membangun keunggulan enam detik dalam 12 lap pertama. Namun, panggilan virtual safety car (VSC) mengubah segalanya. Karena terlalu jauh di depan, Norris tidak bisa masuk pit tepat waktu dan harus menjalani pit stop lambat tujuh detik. Akibatnya, ia keluar 16 detik di belakang Kimi Antonelli.
Meski mampu mengejar dan menyusul Antonelli serta Max Verstappen di posisi kedua, Norris tidak pernah benar-benar bisa melakukan manuver menyalip. Menurut Stella, pit stop lambat bukan penyebab utama kegagalan Norris. "Karena mungkin Lando akan tetap keluar di belakang George Russell," ujarnya. "Dan bahkan jika tidak, tidak mungkin menyalip Verstappen dan Antonelli."

Stella menyoroti karakteristik Sirkuit Madring yang baru. Sepanjang balapan, hanya terjadi 10 aksi menyalip, lebih sedikit dari Monaco yang mencatat 11. Tikungan 5 memang zona pengereman terberat, tetapi berada setelah tikungan dan terlalu sempit untuk manuver. "Sangat disayangkan sulitnya menyalip," tambah Stella. "F1 harus meninjau apakah perlu modifikasi sirkuit agar ada peluang menyalip. Saat ini, tidak mungkin dua mobil masuk Tikungan 5 bersamaan. Jika menyalip mungkin, Lando bisa merebut kembali keunggulan karena kecepatannya signifikan."
Kegagalan Norris juga menyoroti pentingnya eksekusi pit stop yang sempurna. McLaren mengakui masih ada pekerjaan rumah dalam hal operasional. "Kami mencatat ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Ini bukan pertama kalinya kami melakukan pit stop lambat," aku Stella. "Tapi dalam hal balapan, itu tidak membuat perbedaan."
Dengan hasil ini, Norris gagal memaksimalkan momentum setelah meraih pole. Klasemen pembalap pun semakin ketat, dan McLaren harus segera memperbaiki kelemahan mereka jika ingin bersaing konsisten di papan atas. Sementara itu, Verstappen dan Antonelli menunjukkan bahwa konsistensi dan ketenangan di tengah kekacauan tetap menjadi kunci.




Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!