Masa depan Colton Herta di ajang balap jet darat kembali memicu perdebatan sengit di paddock. Meskipun sang pembalap asal Amerika Serikat tersebut baru saja mengantongi 40 poin Super Licence yang menjadi syarat mutlak tampil di F1, kritikan pedas justru dilayangkan oleh mantan pembalap asal Jerman, Ralf Schumacher, yang menilai sang kompatriot IndyCar belum layak mendapatkan kursi utama di tim Cadillac.
Peluang Herta untuk mengamankan satu kursi balap penuh pada musim mendatang terus menjadi sorotan setelah ia kembali turun ke lintasan dalam sesi latihan bebas pertama di GP Brasil. Tampil sebagai pembalap penguji dan menggantikan posisi Sergio Perez di garasi tim, Herta sukses melahap lebih dari 24 lap. Tambahan jarak tempuh ini secara resmi menggenapkan koleksi poin Super Licence miliknya menjadi 40 angka, sebuah syarat administratif krusial yang selama ini diperjuangkannya.
Ketika disinggung mengenai ambisinya untuk naik tingkat menjadi pembalap utama, Herta secara terbuka mengakui bahwa target tersebut tetap menjadi prioritas utamanya dalam karier balap profesionalnya. "Itu tentu saja menjadi tujuan utama saya. Itulah alasan mengapa saya berada di sini dan mendedikasikan banyak hal untuk mewujudkannya. Saya sangat berharap hal itu bisa terjadi," ujar Herta kepada awak media di sela-sela kesibukan akhir pekan balapan.

Kendati demikian, pandangan berbeda disampaikan oleh Ralf Schumacher yang bertugas sebagai pengamat teknis. Tanpa ragu, ia melontarkan kritik tajam terhadap performa serta kelayakan Herta menembus grid utama F1. Menurutnya, langkah tim dalam memberikan kesempatan uji coba terus-menerus justru tidak memberikan dampak signifikan bagi perkembangan kompetitif tim secara keseluruhan.
"Hanya jika hari Natal dan Paskah jatuh pada hari yang sama. Tidak, sejujurnya ini sama sekali tidak ada gunanya. Dia hanya menghabiskan bahan bakar saja, seperti yang biasa dikatakan oleh Franz Tost. Saya bahkan tidak mengerti apa tujuannya. Anda bisa saja memberikan kursi tersebut kepada pembalap muda lainnya yang jauh lebih menjanjikan," ungkap Schumacher dengan nada ketus.
Schumacher juga menyoroti kiprah Herta di kancah Formula 2 musim ini yang dinilai kurang memuaskan setelah melakoni dua belas akhir pekan balapan. Dengan raihan posisi di papan bawah klasemen sementara, catatan tersebut dianggap belum cukup kuat untuk membenarkan promosi ke level tertinggi motorsport dunia. Di sisi lain, Schumacher justru menjagokan nama lain seperti Leonardo Fornaroli sebagai opsi yang jauh lebih layak untuk dipertimbangkan oleh manajemen tim.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!