Kabar mengejutkan datang dari ajang balap Timur Tengah. Porsche Carrera Cup Middle East resmi menghentikan sementara kompetisi mereka, menyusul ketidakpastian yang melingkupi kawasan tersebut. Keputusan ini diumumkan pada Rabu setelah manajemen kejuaraan meninjau kondisi yang memengaruhi seri one-make yang berbasis di Bahrain itu.
Dalam pernyataannya, Porsche menyebut alasan penangguhan sebagai "keadaan saat ini" dan "ketidakpastian yang dihasilkan" terkait perencanaan dan pelaksanaan kejuaraan. Mereka menegaskan bahwa sebuah seri harus mampu memberikan kepastian operasional, logistik, dan komersial kepada semua pemangku kepentingan. Sayangnya, saat ini tingkat kepastian tersebut tidak dapat dijamin.
Keputusan ini bukan tanpa alasan. Musim 2025-26 sudah sangat terganggu. Dua putaran terakhir yang sedianya digelar bersamaan dengan Grand Prix Bahrain dan Arab Saudi terpaksa dibatalkan karena kedua balapan F1 tersebut juga dibatalkan akibat situasi regional. Porsche kemudian memastikan tidak ada jadwal pengganti, sehingga Taichi Watarai dari Jepang dinobatkan sebagai juara umum dan juara rookie dengan keunggulan 13,5 poin atas pembalap Australia, Caleb Sumich, dalam kejuaraan yang diperpendek.

Selama ini, Porsche Carrera Cup Middle East telah menjadi langganan di ajang pendukung F1 di Timur Tengah, mendampingi Grand Prix Bahrain, Arab Saudi, dan Qatar sepanjang 2024 dan 2025. Sumich sendiri meraih kemenangan di Arab Saudi dan Qatar pada 2025, menunjukkan betapa kompetitifnya seri ini.
Penangguhan ini juga terjadi saat Formula 1 masih diliputi pertanyaan mengenai balapan Timur Tengah yang tersisa pada 2026 dan susunan kalender 2027. Qatar dan Abu Dhabi masih dijadwalkan menjadi tuan rumah dua putaran terakhir musim ini pada 29 November dan 6 Desember. Namun, penilaian akhir situasi regional diperkirakan baru akan dilakukan sekitar pertengahan September.
Penyelenggara Qatar pekan lalu menyatakan bahwa persiapan untuk balapan di Lusail terus berjalan normal meski ada ketidakpastian. CEO Formula 1, Stefano Domenicali, juga menegaskan bahwa kedua balapan masih terkonfirmasi untuk saat ini, sambil mengakui ada opsi alternatif jika keadaan berubah. "Momen itu tidak akan sebelum pertengahan September. Jadi seperti yang kami katakan, untuk saat ini, balapan di Qatar dan Abu Dhabi terkonfirmasi," ujar Domenicali pada Juli.
Jika salah satu balapan tidak dapat dilaksanakan, F1 telah mengindikasikan bahwa musim akan berakhir di Eropa, dengan Imola menjadi salah satu sirkuit yang dibahas sebagai alternatif. Sementara itu, FIA World Endurance Championship (WEC) juga telah mengaktifkan rencana kontingensinya sendiri.
Keputusan Porsche Carrera Cup Middle East ini menjadi pukulan telak bagi para pembalap dan tim yang berlaga di sana. Namun, pihak kejuaraan berencana memanfaatkan jeda ini untuk melakukan reset terkendali dan bekerja sama dengan mitra utama untuk kembali dengan kuat dan berkelanjutan pada musim 2027. Kita tunggu saja apakah situasi di Timur Tengah akan membaik dan mengizinkan kembalinya ajang balap bergengsi ini.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!