Dakar, Sportrik Media – Di tengah dominasi mesin turbo di kelas T1+, Ford Raptor T1+ muncul sebagai anomali teknis paling berani di Dakar Rally 2026. Sementara rival seperti Toyota Gazoo Racing dan Dacia Sandriders mengandalkan mesin V6 turbo ganda, Ford justru memilih mesin V8 naturally aspirated berkapasitas 5.0 liter — sebuah keputusan yang terdengar nekat, namun justru menjadi inti dari filosofi reli gurun mereka.
V8 Coyote: Mesin Otot Amerika di Tengah Regulasi FIA
Di jantung Raptor T1+ terdapat mesin 5.0-liter Coyote Darkhorse V8, mesin yang secara filosofis lebih dekat dengan mobil NASCAR atau Mustang ketimbang kendaraan reli. Dengan konfigurasi 32 katup, bore 93 mm, dan stroke 92.7 mm, mesin ini mampu menghasilkan lebih dari 500 hp dalam kondisi bebas — tetapi tentu saja tidak diizinkan oleh regulasi FIA.

Kini semua mobil T1+ dibatasi oleh sensor torsi elektronik yang mengatur kurva tenaga agar semua pabrikan berada dalam zona performa yang sama. Kecepatan puncak juga dibatasi pada 170 km/jam. Di bawah sistem ini, mesin V8 Ford tidak lagi dirugikan oleh absennya turbocharger.
Menurut Joan Navarro, kepala teknisi M-Sport Ford, mobil ini awalnya dirancang untuk regulasi lama yang memakai air restrictor. Namun ketika aturan berubah, Ford justru menemukan bahwa karakter V8 naturally aspirated ternyata cocok dengan sistem pembatas torsi.
Keuntungan terbesar? Respons throttle instan dan ketahanan mekanis.
Kenapa Mesin Tanpa Turbo Justru Ideal untuk Dakar
Di Dakar, tenaga besar bukan segalanya. Reliabilitas dan panas adalah musuh terbesar. Mesin turbo membawa intercooler, boost pressure, dan panas ekstrem — sesuatu yang bisa menghancurkan mobil di tengah Sahara atau Empty Quarter.
Dengan V8 tanpa turbo, Ford menghilangkan:
- Turbo lag
- Sistem pendingin turbo
- Intercooler besar
- Lonjakan temperatur ekstrem
Ini membuat kokpit lebih dingin, sistem lebih sederhana, dan mesin lebih tahan banting.
Dalam reli yang bisa berlangsung 12–14 jam per hari di pasir dan suhu ekstrem, ini adalah perbedaan antara finis atau DNF.

Pendinginan: Musuh Terbesar di Gurun
Ford menghabiskan ribuan jam di Computational Fluid Dynamics (CFD) untuk satu tujuan:
pendinginan pada kecepatan rendah.
Di Dakar, terutama di bukit pasir, mobil hanya melaju sekitar 40–60 km/jam, tetapi berada di throttle penuh. Artinya:
- Tenaga maksimal
- Aliran udara minimal
- Suhu melonjak
Inilah kondisi terburuk bagi mesin apa pun.
Itulah sebabnya Ford memprioritaskan desain ducting, jalur udara, dan posisi radiator, bukan aerodinamika downforce seperti di WEC atau F1.
Boros? Justru Tidak
Dengan kapasitas bahan bakar maksimum 500 liter, banyak yang mengira V8 5.0 liter akan menghabiskan bensin seperti monster.
Namun karena mesin dibatasi pada sekitar 268–270 kW (kurang dari 400 hp), konsumsi justru moderat.
Mesin tidak bekerja keras. Tidak ada boost. Tidak ada over-revving. Hasilnya: lebih irit daripada dugaan.
Kenapa Ford Memakai Fox, Bukan Reiger
Di sektor suspensi, Ford kembali melawan arus.
Hampir semua rival menggunakan Reiger — standar emas di reli. Tapi Ford memilih Fox, perusahaan Amerika dengan pengalaman Baja 1000 dan desert racing.
Hasilnya:
- Dua damper independen per roda
- Respons lebih cepat di whoops dan pasir
- Traksi lebih baik di transisi aspal ke pasir
- Navarro menyebut Ford membuat lompatan besar dalam suspensi sejak 2025.
Misi 2026: Turunkan Berat, Naikkan Efektivitas
Saat debut pabrikan Ford di Dakar 2025, mereka sudah:
- Menang dua etape
- Mattias Ekstrom finis ketiga overall
Namun mobil generasi pertama terlalu berat.
Target 2026:
- Mendekati berat minimum 2.010 kg
- Perbaiki komponen yang rusak
- Optimalkan elektronik mesin
Ini bukan revolusi. Ini evolusi brutal dan presisi.
Ford Tidak Mengejar Hype – Mereka Mengejar Finis
Filosofi Ford di Dakar 2026 jelas:
Selesaikan reli dulu, baru kejar kemenangan.
Dengan mesin V8 yang sederhana, suspensi Fox yang agresif, dan fokus pendinginan ekstrem, Ford membangun mobil bukan untuk headline, tetapi untuk bertahan di neraka gurun.
Dan di Dakar, bertahan hidup sering berarti menang.
Dengan paket teknis seperti ini, Ford Raptor T1+ bukan hanya berbeda — ia adalah ancaman nyata bagi Toyota dan Dacia di https://sportrik.com.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!