Persaingan sengit perebutan gelar juara dunia kelas premier semakin memanas menjelang akhir musim, di mana Marc Marquez datang dengan keunggulan poin yang sangat signifikan di puncak klasemen. Pembalap andalan skuad pabrikan Ducati Lenovo Team tersebut kini mengantongi selisih 44 angka atas Jorge Martin dan memimpin 67 poin dari Marco Bezzecchi. Dengan sisa tiga seri pemungkas musim ini, kesempatan emas untuk mengunci gelar juara dunia terbuka lebar di Sirkuit Lusail, Qatar.
Keunggulan poin yang dikoleksi pembalap bernomor sembilan tiga ini tentu tidak lepas dari penampilan impresifnya pada seri sebelumnya di Sepang, Malaysia. Dalam balapan tersebut, ia sukses melompati sang adik, Alex Marquez, yang sebelumnya berhasil mengamankan posisi start terdepan atau pole position. Selepas insiden tikungan awal lap pertama, sang adik yang membela panji Gresini Racing itu tidak melancarkan serangan agresif untuk merebut kembali posisinya dan akhirnya harus puas finis di tangga ketiga podium.
Menanggapi situasi tersebut dalam sesi temu pers hari Kamis di Doha, sang juara dunia delapan kali menegaskan bahwa keputusan saudaranya adalah tindakan yang paling masuk akal. Terlebih lagi, pembalap muda asal Spanyol tersebut sedang dibekap kendala kebugaran fisik yang cukup mengganggu sepanjang paruh kedua musim kompetisi ini. "Alex telah melakukan pekerjaan yang luar biasa di paruh kedua musim ini, terutama jika mempertimbangkan kondisi fisiknya yang belum sepenuhnya pulih," ungkap pembalap asal Cervera tersebut.

Ia juga menambahkan bahwa kalkulasi risiko di atas lintasan adalah hal mutlak ketika melibatkan hubungan keluarga dan kepentingan perebutan titel juara dunia. "Di Malaysia, dia menjaga kepentingannya sendiri dan tahu bagaimana cara mengelola risiko. Untuk itulah saudara diciptakan. Jika saudara Anda sedang berjuang memperebutkan kejuaraan dunia, Anda tidak akan begitu saja melemparkan motor ke arahnya dan melihat apa yang terjadi. Terlebih lagi karena kami berdua sama-sama mengendarai motor Ducati. Jika Anda melakukan hal tersebut, maka Anda adalah saudara yang buruk. Anda harus meneleponnya dan meminta maaf," kelakarnya.
Selepas mengamankan podium ketiga di Malaysia yang menjadi podium ketiganya musim ini, sang adik langsung menjalani prosedur operasi untuk mengangkat pelat penyangga di tulang selangka kanannya akibat cedera parah di Barcelona. Konsekuensinya, ia harus absen pada akhir pekan ini di Qatar. Meski kehilangan dukungan langsung dari sang adik di garasi, sang pemuncak klasemen menegaskan bahwa dirinya tidak membutuhkan bantuan pembalap lain atau team orders. "Ketika Anda memiliki kecepatan murni, Anda tidak membutuhkan pendamping, instruksi tim, atau hal semacam itu," tegasnya.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!