Marc Marquez kembali menjadi pusat perhatian paddock MotoGP jelang GP San Marino. Bukan karena kecepatannya di lintasan, melainkan sebuah foto di media sosial yang menampilkan kondisi otot bahu kanannya yang mengalami atrofi. Foto tersebut sontak memicu beragam reaksi, terutama dari para pembalap yang tengah bersiap di Misano.
Salah satu yang angkat bicara adalah adiknya sendiri, Alex Marquez. Pembalap Gresini itu berharap langkah Marc mempublikasikan foto tersebut bisa mengakhiri spekulasi liar yang selama ini beredar. "Menurut saya, kalian salah paham," ujarnya kepada awak media. "Pada akhirnya, menjawab pertanyaan yang sama di setiap grand prix itu melelahkan. Jadi, kamu publikasikan foto itu, dan selesai sudah."
Spekulasi yang dimaksud bukan tanpa alasan. Beberapa media dan forum online sempat menyebut bahwa pembalap pabrikan Ducati itu melebih-lebihkan cedera yang dideritanya, atau bahkan menggunakannya sebagai alasan untuk membenarkan hasil buruk, seperti akhir pekan sulit di Silverstone. Tuduhan semacam itu jelas membuat geram kubu Marquez.

Alex menilai bahwa menunjukkan realitas adalah cara terbaik untuk membungkam keraguan. "Saya pikir itu cara terbaik untuk menyelesaikannya, menunjukkan apa yang ada, realitasnya, bukan menyembunyikannya," tegasnya. "Karena pada akhirnya, sebanyak apa pun kata-kata yang kamu ucapkan, atau mencoba menjelaskan, ada titik di mana orang mungkin tidak percaya, atau malah berspekulasi. Dengan foto, mereka tidak bisa berspekulasi."
Bagi Alex, foto tersebut juga menjelaskan mengapa performa Marc musim ini naik-turun. Cedera yang didapatnya akibat tabrakan dengan Marco Bezzecchi di GP Indonesia tahun lalu telah memaksanya menjalani dua operasi, yang terakhir sekitar dua bulan lalu. "Saya rasa foto itu menjelaskan banyak hal yang terlihat tahun ini," kata Alex. "Banyak orang tidak memahaminya, tapi itulah kenyataannya. Cedera terbaru sangat mengubahnya, karena akumulasi sudah terlalu banyak, tapi dari cedera sebelumnya [2020] dia sudah dalam masa pemulihan selama tiga tahun."
Alex menambahkan bahwa proses pemulihan tidak sesederhana operasi lalu langsung menang. "Bukan hanya operasi lalu boom, menang. Saat ini kondisinya seperti itu, dan para dokter tidak yakin, seperti yang dikatakan Samuel [Antuna], bahwa massa ototnya akan pulih, karena atrofi yang parah akibat seringnya dibedah," jelasnya. "Tapi itulah yang ada. Jika dia ingin terus balapan, itu ada di tangannya. Dan seperti yang selalu saya katakan, Marc akan balapan sampai dia mau, dan sampai dia merasa penderitaannya jauh lebih besar daripada kenikmatan di atas motor."
Meski demikian, Marc tetap kompetitif. Sejak operasi keduanya, ia telah meraih empat kemenangan dan masih bersaing ketat di perebutan gelar. Foto yang diunggahnya pekan lalu seakan menjadi pernyataan tegas: bahwa kondisinya memang tidak ideal, tetapi tekadnya untuk terus berjuang di lintasan tidak perlu diragukan lagi.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!