Marc Marquez kembali mencatatkan rekor baru di MotoGP. Pembalap Ducati Lenovo itu kini resmi menjadi pembalap dengan kemenangan terbanyak dalam sejarah balapan Sprint sejak format ini diperkenalkan pada 2023.
Setelah merebut gelar juara dunia 2025 dengan performa impresif, Marquez menunjukkan konsistensinya di musim 2026. Meski sempat menjalani operasi akibat cedera, ia bangkit dan langsung kompetitif. Kemenangan Sprint di Grand Prix Aragon akhir pekan lalu menjadi tonggak bersejarah, karena membuatnya unggul tipis atas Jorge Martin dalam statistik khusus ini.
Unggul Satu Kemenangan atas Martin
Marquez mengoleksi 20 kemenangan Sprint, unggul satu angka dari Martin yang berada di posisi kedua dengan 19 kemenangan. Francesco Bagnaia melengkapi podium klasemen dengan 14 kemenangan, disusul Alex Marquez yang meraih enam kali juara Sprint.

Persaingan di belakang empat besar juga menarik. Marco Bezzecchi mengoleksi empat kemenangan, sementara Raul Fernandez, Brad Binder, Aleix Espargaro, Maverick Vinales, dan Enea Bastianini masing-masing mencatatkan dua kemenangan. Pedro Acosta menutup daftar dengan satu kemenangan dari total 74 Sprint yang sudah digelar.
Dinamika Balapan Sprint
Format Sprint menuntut adaptasi berbeda. Jarak tempuh yang pendek membuat peluang comeback sangat terbatas, sehingga start dan keberanian di tikungan awal menjadi penentu. Dalam kondisi seperti ini, naluri kompetitif Marquez kembali terbukti tajam. Ia mampu mengambil risiko tepat waktu dan menjaga ritme hingga garis finis.
Martin, yang sempat memimpin klasemen ini, kini harus bekerja ekstra untuk mengejar ketertinggalan. Bagnaia juga masih berpeluang, meski performanya tengah menurun. Dengan seri berikutnya di San Marino, peluang Martin untuk menyamakan kedudukan kembali terbuka lebar. Namun jika Marquez terus konsisten, jarak di puncak klasemen Sprint bisa semakin melebar.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!