SPONSORED

Marc Marquez Buka-bukaan Soal Cedera dan Keputusan Lanjut di MotoGP

Notifikasi
Rizaldi Maulana
Rizaldi Maulana
0
Marc Marquez Buka-bukaan Soal Cedera dan Keputusan Lanjut di MotoGP
TO NEWS OVERVIEW
“It’s my decision” - Marc Marquez on racing with arm limitations © Gold and Goose

Marc Marquez akhirnya angkat bicara tentang kondisi fisiknya yang selama ini disembunyikan. Pembalap Ducati itu menegaskan bahwa dia tidak marah ketika timnya menyiarkan momen dirinya mengeluh soal lengan kanannya di seri Inside Ducati edisi Silverstone. Baginya, pengakuan itu justru menjadi titik balik yang membebaskan.

Selama bertahun-tahun, Marquez dikenal sebagai sosok yang selalu menutupi kelemahan. Namun, setelah kemenangan ganda di Aragon, ia mengunggah foto di gym yang memperlihatkan otot lengannya yang menyusut dan bekas luka akibat tujuh operasi. Foto itu sontak menggemparkan paddock. Beberapa hari kemudian, dokter bedah Samuel Antuna blak-blakan menjelaskan bahwa Marquez kehilangan kekuatan otot bisep usai kecelakaan di Indonesia. “Ekspresi bahwa Marc saat ini membalap dengan satu setengah tangan secara akurat menggambarkan kondisi lengan kanannya,” ujar Antuna kepada El Periodico.

Keputusan untuk membuka kartu bukan tanpa alasan. Di Silverstone, Marquez sempat berbicara kepada tim bahwa ia “berisiko terjatuh” karena tidak bisa mengendalikan lengan kanannya. Rekaman itu kemudian disiarkan dalam seri dokumenter Ducati. Alih-alih kesal, Marquez justru memaklumi. “Saya dengar saya marah. Tidak, saya tidak marah karena itu konten yang disukai penggemar,” ujarnya. Namun, pertanyaan media soal lengan terus menghantuinya hingga Aragon. “Saya lelah menjawab, dan setelah GP saya bilang ke tim saya ingin mencari solusi.”

Marc Marquez Opens Up on Injury and Decision to Continue in MotoGP
Read AlsoMarc Marquez Opens Up on Injury and Decision to Continue in MotoGP

Solusi itu datang dalam bentuk foto dan wawancara terbuka. “Saya menemukan cara yang tepat. Karena itu ide saya sendiri. Tim manajemen selalu memberi masukan, tapi ini masalah pribadi. Ini cara terbaik untuk menghentikan tanda tanya,” tegas Marquez. Ia menambahkan bahwa kondisi fisiknya memang seperti itu, namun ia tetap menikmati balapan dan merasa kompetitif. “Dengan apa yang saya miliki, saya berusaha maksimal setiap akhir pekan.”

ADVERTISEMENT

Meski foto tersebut menunjukkan betapa besar dampak cedera terhadap lengan dan bahunya, Marquez yang telah memperpanjang kontrak dengan Ducati hingga akhir 2028 menegaskan bahwa keputusan untuk terus membalap adalah pilihannya sendiri. “Marc terbaik adalah Marc yang berusia 20 tahun dengan pengalaman sekarang! Tapi itu tidak mungkin,” ujarnya sambil tersenyum. “Sekarang, dengan situasi yang saya hadapi, saya mengerahkan lebih banyak usaha untuk bertahan di MotoGP. Karena pembalap muda dan yang akan datang semuanya sangat cepat. Jadi saya perlu bekerja lebih keras untuk mencapai apa yang saya inginkan, yaitu menang. Dulu itu seperti insting alami.”

Marquez juga menegaskan bahwa tidak ada paksaan dari pihak lain. “Ini keputusan saya untuk melanjutkan. Tidak ada yang menodongkan pisau ke leher saya dan berkata kamu harus balapan! Saat ini saya masih cukup kompetitif, saya menikmatig Saya akan mencoba menikmati passion saya jika saya kompetitif.”

Musim ini, Marquez telah meraih tujuh kemenangan dan secara matematis bisa merebut puncak klasemen MotoGP untuk pertama kalinya musim ini dari Jorge Martin di Misano akhir pekan nanti. Jika terwujud, itu akan menjadi bukti bahwa tekadnya untuk terus berjuang meski tidak dalam kondisi prima membuahkan hasil.

ADVERTISEMENT

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

RECOMMENDED FOR YOU