Joan Mir buka suara soal rentetan kecelakaan yang dialaminya sejak bergabung dengan Honda pada 2023. Pembalap asal Spanyol itu menegaskan bahwa ia tahu cara menghindari crash, tetapi situasi dan ambisinya untuk meraih hasil maksimal membuatnya kerap mengambil risiko besar.
Mir mencatat 22 kecelakaan pada musim lalu dan 16 kecelakaan sepanjang musim 2024, menjadikannya salah satu pembalap dengan jumlah jatuh tertinggi di grid MotoGP. Namun, ia menyebut tingginya angka crash itu sebagai konsekuensi dari upaya memeras performa maksimal dari motor RC213V yang sulit dikendarai.
Konteks Kecelakaan Mir di Honda
Sejak meninggalkan Suzuki dan bergabung dengan tim pabrikan Jepang, Mir telah mengalami 79 crash dalam 69 grand prix. Angka ini nyaris dua kali lipat dari total kecelakaannya bersama Suzuki selama tiga musim penuh (24 kali). Rekan setimnya saat ini, Luca Marini, justru jarang jatuh, menunjukkan perbedaan gaya berkendara yang kontras.

Mir mengakui bahwa banyak kecelakaan terjadi karena ia mencoba mencari lebih dari kemampuan motor. "Saya pembalap berpengalaman, tetapi sekarang saya juga pembalap yang harus memanfaatkan setiap peluang untuk hasil bagus, karena saya tidak tahu kapan peluang itu datang lagi," ujarnya di Aragon.
Ia juga menyebut bahwa start dari posisi belakang kerap memaksanya mengambil risiko ekstra di lap awal, yang berujung crash. "Kalau start dari baris pertama atau kedua, kamu tidak akan jatuh. Cara balap di depan sangat berbeda dengan di belakang," jelas Mir.
Meski demikian, Mir menegaskan bahwa ia tidak kehilangan motivasi. "Ada momen ketika saya ragu apakah layak melanjutkan. Sekarang, jika ada kesempatan, saya mencoba karena saya lapar akan hasil lebih," katanya, menambahkan bahwa ia harus mengontrol dorongan tersebut karena motor yang ada belum mendukung.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!