Luca Marini merasa frustrasi karena Honda kehilangan momentum di MotoGP 2026. Meski telah bekerja keras sejak ia bergabung pada 2024, hasil yang diraih musim ini tidak sesuai harapan. Kini, dengan fokus pabrikan Jepang itu beralih ke regulasi baru 850cc tahun depan, Marini menilai peluang untuk berkembang semakin tertutup.
“Dari 2024 sampai sekarang benar-benar berbeda dalam segala aspek. Ini seperti revolusi yang sangat positif,” ujar Luca Marini kepada Crash.net. “Namun, sayangnya, perubahan regulasi untuk tahun depan menjadi penghambat. Kami bisa berbuat lebih banyak di 2026 jika aturan tetap seperti ini.”
Musim lalu, Honda sempat merayakan dua podium bersama Joan Mir dan keluar dari konsesi Rank D. Namun, musim ini, motor RC213V hanya mampu finis terbaik di posisi kelima. Honda pun kehilangan 29 poin konstruktor dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Marini, yang akan pindah ke Tech3 KTM musim depan, mengakui bahwa timnya telah membangun fondasi yang kuat. “Sekarang semuanya sudah siap, tapi masih ada beberapa bagian kecil yang hilang untuk menikmati hasil lebih baik. Kami menikmati suasana garasi yang fantastis, tapi kami kekurangan hasil besar dan kesempatan untuk memperjuangkannya di setiap akhir pekan,” tambah pembalap asal Italia tersebut.
Perubahan besar menanti Honda musim depan: Fabio Quartararo akan menjadi rekan setim baru, dan kursi pabrikan kedua akan diisi oleh Diogo Moreira atau David Alonso. Marini memberi penilaiannya: “Keduanya pembalap super berbakat. Diogo melakukan segalanya dengan baik, dan datanya menunjukkan hal yang benar. Jadi, kenapa tidak dia?”
Keputusan ini akan menentukan arah Honda di era baru. Sementara itu, Marini berharap dapat mengakhiri musim ini dengan hasil yang lebih baik sebelum meninggalkan tim.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!