Fernando Alonso dan Aston Martin tengono sulle spine paddock Formula 1. Presiden FIA Mohammed Ben Sulayem tiba-tiba mengumbar pertemuan dengan Lawrence Stroll dan Alonso di Madrid, menawarkan perubahan regulasi mesin 2027 demi mendongkrak performa Aston Martin. Tapi di balik itu, ada aroma kepentingan yang lebih besar: menahan Honda agar tidak hengkang dari F1.
Ben Sulayem memang tak pernah ragu bicara. Namun pernyataannya kali ini memicu spekulasi. Pasalnya, Honda adalah satu-satunya pabrikan mesin non-Eropa di grid. Kehilangan mereka sama saja meruntuhkan narasi global F1. Maka wajar jika Liberty Media dan FIA kompak mencari cara agar Honda tetap betah—termasuk lewat pintu belakang Aston Martin.
Stroll Jajaki Mesin Red Bull
Seiring rumor yang beredar, Aston Martin dikabarkan tengah berkeliling mencari opsi motor. Setelah Monza, Lawrence Stroll disebut-sebut mengadakan kontak intens dengan Red Bull untuk membahas kemungkinan mendapatkan power unit Milton Keynes. Diskusi sudah dimulai, meski Red Bull belum menunjukkan minat memberi pasokan ke tim selain Racing Bulls. Situasi ini jelas membuat Aston Martin gelisah.

Stroll ingin investasi besarnya berbuah. Dengan Adrian Newey dan Alonso di dalam tim, ekspektasi tinggi. Belum lagi Aramco, partner strategis dan title sponsor, yang juga global partner F1. Jalinan kepentingan ini membuat FIA dan Liberty Media bergerak cepat. Mereka tak ingin Aston Martin beralih ke mesin non-Honda dan meninggalkan Honda dalam ketidakpastian.
Honda Aset Berharga F1
Sejak Honda bergabung kembali lewat Aston Martin, F1 berharap banyak. Kehadiran mereka memperluas jangkauan pasar, terutama di Asia. Bila Honda pergi lagi, itu pukulan telak. Maka Ben Sulayem berinisiatif mengubah regulasi 2027—bukan semata-mata membantu Aston Martin, tapi memastikan Honda punya alasan kuat untuk bertahan.
Di paddock Madrid, isu ini menjadi buah bibir. FormulaPassion melaporkan bahwa Ben Sulayem bertemu Stroll dan Alonso untuk membahas perubahan aturan yang bisa memberi Aston Martin keunggulan kompetitif. Langkah ini dianggap sebagai upaya menyelamatkan ekosistem F1 dari kehilangan pabrikan besar.
Namun, tak semua pihak setuju. Sebagian menilai intervensi FIA terlalu jauh. Namun, dengan dinamika regulasi 2027 yang masih cair, momen ini bisa jadi krusial. Aston Martin butuh kepastian performa; Honda butuh jaminan komitmen jangka panjang.
Yang jelas, kisah ini belum berakhir. Stroll terus menekan, Alonso menanti, dan Honda mempertimbangkan. Jika F1 tak mampu meyakinkan mereka, bukan tidak mungkin Honda menutup pintu lagi. Dan itu mimpi buruk bagi Liberty Media.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!