Bos Ducati MotoGP, Davide Tardozzi, dengan tegas menepis rumor yang menyebutkan bahwa arah pengembangan motor Desmosedici untuk musim 2026 sepenuhnya dikendalikan dan disesuaikan demi kepentingan Marc Marquez seorang.
Isu ini merebak setelah peraih tujuh gelar juara dunia tersebut menjadi satu-satunya pembalap Ducati yang mampu menembus jajaran lima besar klasemen sementara usai gelaran Grand Prix Indonesia. Penampilan impresif Marquez berbanding terbalik dengan rekan-rekan semereknya, di mana ia kini hanya terpaut dua poin saja dari pimpinan puncak klasemen Jorge Martin, sementara pembalap lainnya tertinggal cukup jauh.
Spekulasi semakin liar mengingat masa lalu Marquez ketika berseragam Honda, di mana pabrikan asal Jepang tersebut kerap dituding membangun motor RC213V secara spesifik hanya agar cocok dengan gaya balap unik sang bintang asal Spanyol. Namun, Tardozzi menyebut narasi serupa di Ducati sama sekali tidak berdasar dan tidak sesuai dengan fakta di dalam garasi tim.

Berbicara kepada Sky Italy pascalomba di Mandalika, Tardozzi menyatakan dengan lantang bahwa situasi kompetitif saat ini terjadi secara natural karena para rival seperti Aprilia tampil sangat kuat. Ia menolak keras opini publik yang menyebut arah teknis Desmosedici 2026 disetir oleh satu orang saja.
"Itu sama sekali tidak benar. Saya telah melihat apa saja kontribusi yang masuk, apa yang telah diputuskan oleh para pembalap lain, jadi sama sekali tidak benar bahwa Marquez membuat motor ini dibuat sesuai spesifikasinya," ujar Tardozzi. Ia menambahkan bahwa berbagai rumor tersebut hanyalah gosip kosong belaka yang diembuskan oleh pihak luar tanpa mengetahui dapur pacu pengembangan tim yang sebenarnya.
Tardozzi juga memberikan contoh nyata bagaimana pabrikan Borgo Panigale tetap memfasilitasi kebutuhan teknis yang berbeda bagi pembalap lain, termasuk Pecco Bagnaia yang sempat mengalami kesulitan beradaptasi musim ini. Menurutnya, meskipun hasil akhir belum maksimal bagi Bagnaia, tim teknis tetap memberikan ruang penyesuaian komponen yang personal.
"Kami selalu memiliki kemungkinan dan kemampuan untuk mengembangkan motor bagi setiap pembalap. Dengan kata lain, bukan berarti jika motor bekerja dengan baik untuk Marquez, maka itu otomatis sama untuk semuanya. Sebagai contoh, Pecco menggunakan fairing yang berbeda dari Marc, untuk menyebutkan salah satu kasus," jelas Tardozzi.
Lebih lanjut, Tardozzi membeberkan bahwa Bagnaia bahkan sempat menggunakan konfigurasi aerodinamika swingarm yang berbeda dari Marquez dalam kurun waktu yang cukup lama. Hal ini membuktikan bahwa setiap pembalap pabrikan, termasuk Alex Marquez dan Fabio Di Giannantonio, memiliki kebebasan penuh dalam memilih komponen sesuai preferensi berkendara mereka.
"Jadi kami tidak membangun motor hanya untuk Marc Marquez lalu berharap itu bekerja untuk semua orang; cara kerjanya tidak seperti itu," tutup Tardozzi memungkasi spekulasi yang berkembang.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!