Marco Bezzecchi hanya bertahan kurang dari satu putaran di depan publiknya sendiri. Dari pole position, pembalap Aprilia itu melesat sempurna, tapi belum sempat menyelesaikan lap pertama, ia sudah terjatuh di tikungan 12-13 Sirkuit Misano. Insiden itu mengubah drama MotoGP San Marino menjadi mimpi buruk bagi tifosi tuan rumah.
Start Bezzecchi memang luar biasa. Ia langsung menekan Marc Marquez, yang sehari sebelumnya memenangi Sprint berkat instingnya membaca lap-lap awal. Namun kali ini, Bezzecchi yang mengambil inisiatif. Sayang, ambisi itu justru berujung petaka. Kecepatan tinggi di tikungan kanan membuat motornya kehilangan cengkeraman, dan ia pun meluncur ke gravel.
Beruntung, crash itu tidak memperburuk kondisi fisiknya yang memang belum pulih benar. Tapi dampak mentalnya jauh lebih dalam. Ini adalah 'nol' kelima Bezzecchi di hari Minggu musim ini, setelah empat kali beruntun gagal finis antara Balaton dan Sachsenring yang membuatnya kehilangan puncak klasemen pada musim panas lalu.

Bagi pembalap bernomor #72 itu, Misano adalah panggung emosional. Aprilia menyiapkan livery khusus untuk menghormati Gilles Villeneuve dan Vespa, dan Bezzecchi ingin memberikan hadiah istimewa. Alih-alih naik podium, ia harus menelan pil pahit di depan ribuan penggemar yang sudah bersorak untuknya.
Belum selesai rasanya kekecewaan itu, beberapa saat kemudian tribune Misano kembali terdiam. Francesco Bagnaia, idola lokal lainnya, juga terjatuh. Dua pembalap Italia yang diharapkan bersinar justru harus menyaksikan balapan dari pinggir lintasan.
Dengan hasil ini, peluang Bezzecchi untuk kembali ke perburuan gelar semakin berat. Poin yang hilang di Misano bisa menjadi pil pahit di akhir musim. Ia masih punya kecepatan, tapi konsistensi di hari Minggu menjadi PR besar. Aprilia juga harus mencari cara agar paket RS-GP lebih ramah di kondisi balapan, terutama saat pembalap memacu motor di batas maksimal.
Balapan San Marino masih menyisakan banyak cerita, tapi sorotan utama tetap pada Bezzecchi. Dari euforia start hingga kehancuran di tikungan 12-13, semuanya terjadi dalam hitungan detik. Itulah balap: kejam, cepat, dan tak pernah memberi ruang untuk bernapas.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!