Kimi Antonelli meninggalkan Zandvoort dengan keunggulan makin kokoh di puncak klasemen Formula 1. Pembalap asal Bologna itu kini unggul 59 poin atas duet Hamilton-Russell, sebuah margin yang belum aman dengan 11 seri tersisa, tapi cukup untuk menunjukkan konsistensinya memaksimalkan potensi W17. Namun, di balik angka-angka manis itu, ada kekhawatiran yang mulai mengemuka: Mercedes bukan lagi tolok ukur performa di grid.
Antonelli baru memenangi satu dari enam balapan terakhir, setelah sebelumnya lima kali beruntun naik podium tertinggi. Sinyal bahwa Mercedes mulai kehilangan supremasi teknis semakin nyata, terutama dengan lompatan performa McLaren yang konsisten sejak Hungaria. Pernyataan jujur sang pebalap pun keluar dalam konferensi pers usai finis kedua di Zandvoort.
“Kami jelas bukan mobil tercepat di grid saat ini. Mungkin posisi kedua atau ketiga, setidaknya dalam balapan ini. McLaren membuat lompatan besar, terutama setelah membawa paket upgrade besar-besaran pasca-Hungaria,” ujar Antonelli, yang menegaskan bahwa perubahan referensi teknis di F1 2026 memang terjadi.

Masalah upgrade menjadi topik sensitif di kubu Brackley. Toto Wolff sempat menyoroti keterbatasan budget cap yang membatasi pengembangan W17. Namun Antonelli tetap percaya timnya mampu beradaptasi dan bereaksi cepat untuk kembali bersaing di papan atas.
“Saya punya kepercayaan penuh pada tim. Mereka bekerja sangat keras untuk paket berikutnya yang segera tiba, dan mereka hanya ingin memastikan semuanya berfungsi optimal begitu dipasang. Ini akan jadi tantangan berat, tapi kami siap memberikan segalanya dan memanfaatkan setiap peluang. Semoga giliran kami yang membawa paket yang bisa memberi keunggulan lagi,” tambahnya.
Pernyataan Antonelli ini tentu menjadi perhatian serius bagi para rival. Baik McLaren maupun Ferrari kini sama-sama tahu bahwa Mercedes tengah berada dalam fase krusial, di mana setiap keputusan teknis akan menentukan arah perebutan gelar. Dengan 11 balapan tersisa, persaingan dipastikan semakin panas.
Meski demikian, keunggulan poin yang dimiliki Antonelli masih menjadi modal berharga. Jika Mercedes mampu segera menemukan kembali performa terbaiknya, bukan tidak mungkin ia akan memperlebar jarak di klasemen. Namun jika tidak, kejaran dari belakang bisa menjadi ancaman nyata.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!