Kimi Antonelli tak ragu menyebut Madring sebagai sirkuit paling rumit di kalender Formula 1 2026. Baginya, tantangan bukan hanya soal mengemudi, tetapi juga mencari setup mobil yang tepat. "Ini salah satu trek paling rumit," ujarnya kepada media termasuk Motorsport Week pada Kamis.
Antonelli menjelaskan bahwa Madring memiliki kombinasi tikungan yang jarang ditemui: chicane, tikungan cepat, tikungan miring, dan tikungan kecepatan sedang. "Anda punya banyak pengereman lurus, tapi juga pengereman saat masih berbelok," tambahnya. Ia menyoroti Tikungan 17 sebagai contoh ekstrem di mana pembalap harus mengerem sambil berbelok lalu meluruskan mobil. "Margin kesalahannya nol," tegasnya.
Dari sisi teknik, Antonelli mengakui bahwa menemukan setup kompromi untuk seluruh putaran sangat sulit. "Setup yang membantu di chicane belum tentu bagus di tikungan cepat. Selalu ada pro dan kontra," jelasnya. Ia menekankan bahwa tim telah melakukan banyak pekerjaan di simulator, namun akurasi persiapan baru akan diketahui saat mobil turun ke lintasan pada FP1.

Pernyataan Antonelli ini menggambarkan betapa menantangnya Madring bagi para insinyur. Mereka harus memilih antara downforce tinggi untuk tikungan lambat atau pengaturan yang lebih seimbang untuk tikungan cepat. Kompromi ini bisa menentukan siapa yang tampil dominan di akhir pekan.
Sentimen serupa juga dirasakan pembalap lain di Media Day di Madrid. FP1 diprediksi akan memunculkan lebih banyak pertanyaan daripada jawaban, terutama terkait karakteristik ban dan tingkat keausan di sirkuit baru ini. Tim-tim akan berlomba mengumpulkan data sebanyak mungkin sebelum kualifikasi.
Bagi Mercedes, tantangan ini menjadi ujian bagi kemampuan teknis mereka. Dengan regulasi baru yang masih dalam tahap awal, adaptasi cepat di sirkuit rumit seperti Madring bisa menjadi pembeda antara tim yang bersaing di depan dan yang tertinggal.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!