WorldSBK, Sportrik Media - Alex Lowes menilai dominasi Ducati di World Superbike 2026 sebagai situasi yang “disayangkan” setelah pabrikan Italia tersebut kembali menguasai hasil balapan pada ronde Belanda di Assen.
Ducati tampil absolut sepanjang awal musim dengan memenangkan seluruh sembilan balapan, seluruhnya melalui Nicolo Bulega. Selain itu, mereka mencatatkan hasil 1-2 dalam enam balapan terakhir, sementara dominasi di Assen semakin terlihat dengan komposisi lima hingga enam besar yang sepenuhnya diisi oleh motor Ducati.
Sam Lowes finis ketiga dalam ketiga balapan di Assen, diikuti Alvaro Bautista yang konsisten di posisi keempat. Bahkan, kehadiran Yari Montella dan Lorenzo Baldassarri memperkuat dominasi dengan menjadikan posisi enam besar sepenuhnya milik Ducati pada salah satu balapan.


Dominasi tersebut juga tercermin di klasemen, di mana Ducati mengunci tiga besar pembalap serta mendominasi posisi start dengan sapu bersih barisan depan di setiap ronde sejauh ini. Pembalap non-Ducati terbaik adalah Miguel Oliveira dari BMW, namun ia tertinggal 117 poin dari Bulega setelah sembilan balapan.
Di klasemen konstruktor, Ducati unggul telak dengan keunggulan 93 poin atas Bimota, yang juga mengoleksi total poin yang sama. Artinya, Ducati telah mencetak dua kali lipat poin dibanding rival terdekatnya, sementara di klasemen tim, Bimota tertinggal hingga 167 poin dari tim pabrikan Ducati.
Dominasi ini terjadi pada musim pertama penggunaan versi terbaru Panigale V4 R, yang langsung menunjukkan efektivitas paket teknis Ducati dalam berbagai kondisi lintasan. Namun bagi Lowes, kondisi tersebut menciptakan ketimpangan kompetitif di grid.
"Saya sebenarnya tidak ingin terlalu membahasnya," ujar Lowes.
"Namun memang disayangkan ketika satu pabrikan mendominasi hasil balapan seperti ini."
Meski demikian, Lowes tetap mengakui kualitas performa Ducati dan para pembalapnya, sembari menegaskan bahwa tim lain harus fokus pada peningkatan performa untuk mendekati level kompetitif tersebut.
"Kita tidak bisa mengurangi pencapaian mereka atau para pembalapnya, mereka melakukan pekerjaan yang sangat baik."
"Kami hanya perlu terus meningkatkan diri, mencoba menjadi lebih baik, dan melihat apakah kami bisa mendekat dan bersaing."
Dalam Race 2 di Assen, Lowes sempat menunjukkan potensi dengan start kuat dari posisi keempat, namun akhirnya turun ke posisi 11 akibat masalah stabilitas bagian belakang motor yang memengaruhi ritme balapnya.
"Balapan dimulai dengan baik seperti sebelumnya, tetapi kemudian saya mengalami masalah pada bagian belakang motor yang membuat saya kesulitan saat menikung dan kehilangan banyak waktu."
"Kami perlu menganalisis lebih lanjut apa yang terjadi. Sangat disayangkan mengakhiri akhir pekan dengan balapan yang sulit."
Menuju ronde berikutnya, Lowes menegaskan pentingnya evaluasi teknis dan peningkatan performa tim untuk mencoba menutup jarak dengan Ducati. Dengan dominasi yang terus berlanjut, tantangan bagi pabrikan lain akan semakin besar saat musim WorldSBK 2026 berlanjut ke fase berikutnya.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!