MotoGP, Sportrik Media - Toprak Razgatlioglu bersama Pramac Racing mengidentifikasi arah pengembangan agresif pada MotoGP Brasil 2026 di Goiania sebagai bagian dari proses adaptasi awalnya di kelas premier.
Akhir pekan Razgatlioglu dimulai dengan hasil positif melalui akses langsung ke Q2 dalam kondisi lintasan campuran, namun berakhir dengan finis ke-17 di balapan utama. Juara WorldSBK tersebut mengakui bahwa keterbatasan grip ban belakang pada motor Yamaha V4 masih menjadi kendala utama, dengan selisih waktu signifikan terhadap pemenang balapan Marco Bezzecchi dari Aprilia Racing.

Meski hasil belum optimal, Direktur tim Gino Borsoi menilai adanya perkembangan teknis pada bagian depan motor. Perubahan setup yang diterapkan di Brasil memungkinkan Razgatlioglu lebih agresif saat memasuki tikungan, serta meningkatkan kepercayaan diri dalam mengendalikan motor di fase entry.

“Di Brasil, kami menemukan arah positif yang membantu Toprak lebih agresif saat masuk tikungan dan lebih percaya diri dalam mengendalikan motor.”
“Kami ingin melanjutkan pengembangan ini dan berharap dapat melihat hasil konkret dalam waktu dekat.”
Pendekatan ini akan menjadi dasar pengembangan lebih lanjut menuju MotoGP Amerika Serikat di Circuit of the Americas, lintasan yang memiliki karakter teknis berbeda dan menuntut keseimbangan antara pengereman, akselerasi, serta stabilitas di sektor cepat.
Razgatlioglu juga mengonfirmasi adanya kemajuan tersebut, meskipun ia menekankan bahwa proses adaptasi masih berlangsung dan membutuhkan waktu, terutama karena keterbatasan pengalaman di lintasan MotoGP.
“Di Brasil kami menemukan arah positif, terutama saat masuk tikungan, dan saya ingin terus membangun dari situ.”
“Target saya adalah terus berkembang di setiap sesi dan memberikan yang terbaik untuk tim.”
COTA menjadi tantangan tambahan bagi pembalap asal Turki tersebut, mengingat pengalaman sebelumnya hanya berasal dari Red Bull Rookies Cup pada 2013. Perbedaan karakter motor MotoGP dibandingkan kelas junior menjadikan proses adaptasi semakin kompleks, terutama dalam hal manajemen energi dan performa ban.
Di sisi lain, rekan setimnya Jack Miller melihat COTA sebagai peluang untuk bangkit setelah hasil kurang optimal di Brasil akibat kecelakaan dini. Ia memiliki catatan positif di lintasan tersebut, termasuk hasil kompetitif pada musim sebelumnya.
“Saya sangat menyukai lintasan ini, meskipun bukan yang paling menguntungkan bagi Yamaha.”
“Di sini, saya bisa menutupi kekurangan di lintasan lurus dengan pengereman dan tetap bersaing dengan grup depan.”
Dengan arah pengembangan baru yang mulai terbentuk, Pramac Racing berharap dapat menerjemahkan progres teknis menjadi hasil nyata di lintasan. MotoGP Amerika 2026 akan menjadi indikator penting apakah pendekatan agresif Razgatlioglu dapat meningkatkan daya saingnya di tengah persaingan ketat kelas premier.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!