Robert Virves resmi mengunci gelar WRC2 Challenger setelah finis kedua di kelas WRC2 pada Rally Chile akhir pekan lalu. Pembalap Estonia itu kini tinggal selangkah lagi meraih gelar WRC2, dengan hanya Teemu Suninen yang masih bisa menghalangi. Virves membutuhkan finis kelima di Rally Sardinia dua pekan mendatang untuk memastikan gelar, bahkan jika Suninen memenangi lomba.
Musim Virves memang luar biasa. Ia meraih kemenangan di Kenya, Yunani, Estonia, dan Finlandia—empat balapan pertamanya yang menghasilkan poin. Setelah itu, ia gagal finis di Paraguay, namun bangkit dengan finis kedua di Chile. Kini ia memimpin klasemen dengan keunggulan yang cukup nyaman. Suninen sendiri hanya turun di empat rally WRC tahun ini karena lebih fokus ke ERC.
“Melihat gambaran besar, situasinya positif. Kami memenangi kejuaraan Challenger, itu bagus, tapi fokus utama tetap gelar WRC2. Mungkin kami berharap lebih dari Amerika Selatan, tapi begitulah kadang-kadang,” ujar Robert Virves. “Saya tidak bisa mengeluh. Musim kami sangat kuat secara keseluruhan. Sekarang kami hanya perlu menyelesaikan tugas di Sardinia.”

Menghadapi Rally Sardinia, Virves berencana tampil lebih hati-hati. Medan berbatu di pulau Mediterania itu terkenal keras dan sering memunculkan kejutan. “Sardinia mungkin sedikit lebih kasar dari biasanya. Penting untuk menghindari masalah karena kejutan bisa datang apa pun kecepatan Anda. Bahkan jika Anda mencoba sangat hati-hati, Anda harus tetap waspada setiap saat,” jelasnya. “Saya yakin kami akan terus memantau situasi poin dalam perebutan gelar.”
Meski finis kedua di Chile, Virves mengaku tidak sepenuhnya puas. Ia langsung menganalisis apa yang salah. “Saya merasa campur aduk. Kami dalam masalah sejak awal. Kami mengalami kesulitan dengan pace notes, dan feeling-nya aneh sepanjang akhir pekan,” ungkapnya. “Kami mencoba membuat kemajuan dalam langkah kecil, dan hari ini saya membuat perubahan lebih besar pada mobil. Itu membantu saya kembali ke jendela yang tepat. Pada akhirnya, poin yang kami dapatkan bagus. Namun, saya kecewa karena tidak bisa menantang Yohan (Rossel) sama sekali.”
Dengan gelar Challenger sudah di kantong, tekanan kini beralih ke perebutan gelar WRC2. Suninen, yang merupakan rival terdekat, harus menyapu bersih poin maksimal di Sardinia dan berharap Virves gagal finis. Namun, Virves memiliki kendali penuh. Ia hanya perlu finis kelima, dan gelar akan menjadi miliknya. Teemu Suninen sendiri belum memberikan komentar terkait peluangnya, tetapi ia dipastikan akan tampil agresif di Sardinia.
Rally Sardinia akan menjadi panggung penentuan. Virves, yang tampil konsisten sepanjang musim, harus membuktikan bahwa ia mampu mengatasi tekanan dan medan berat. Jika berhasil, ia akan menutup musim dengan dua gelar sekaligus—sebuah pencapaian istimewa bagi pembalap muda Estonia itu.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!