Ali Turkkan akhirnya mengunci gelar Junior WRC 2025 setelah finis kedua di Rally Chile. Hasil itu cukup untuk memastikan mahkota juara di musim ketiganya, sekaligus menghindari kekecewaan setelah dua tahun sebelumnya hanya finis ketiga. Ali Turkkan kini bergabung dengan daftar elite pembalap yang pernah meraih gelar JWRC, termasuk Sebastien Ogier, Sebastien Loeb, Elfyn Evans, dan Sami Pajari.
Bagi Turkkan, ini adalah kesempatan terakhirnya karena ia sudah tidak lagi memenuhi syarat untuk berlaga di JWRC musim depan. "Ini tahun terakhir saya di junior, jadi saya harus berhasil sekarang. Tidak ada kesempatan lain. Tapi saya pikir ketika Anda tahu bisa melakukannya, mungkin butuh satu musim atau empat musim. Pada akhirnya Anda akan berhasil karena hanya Anda yang tahu potensi sebenarnya," ujarnya.
Pembalap Turki berusia 27 tahun itu memang telah menunjukkan kecepatan sejak lama. Dua musim sebelumnya ia selalu finis ketiga di klasemen akhir. Namun, kurangnya pengalaman dan beberapa momen apes membuatnya belum bisa naik ke puncak. Musim ini, semuanya berjalan lancar. "Saya selalu tahu potensi saya. Saya bisa melakukannya tahun lalu atau 2024, bahkan dua kali. Tapi saya tidak bisa hanya karena kurang pengalaman, momen tidak beruntung, dll. Sekarang tahun ini, semuanya berjalan baik dan kami mendapatkannya," tambahnya.

Hadiah dari gelar ini tidak main-main: empat kali tampil gratis di WRC2 dengan mobil Ford pada musim depan, plus dukungan ban dari Hankook. Ini adalah batu loncatan besar bagi karier Turkkan, yang akan membawanya ke panggung internasional yang lebih tinggi. M-Sport, tim yang menaungi Ford di WRC, tentu akan memantau perkembangan pembalap muda ini dengan seksama.
Selain gelar juara, Turkkan juga dianugerahi Trofi Craig Breen. Trofi ini diberikan kepada pembalap JWRC yang menunjukkan karakter terpuji seperti yang ditunjukkan Breen selama kariernya. Breen, yang meninggal dalam kecelakaan saat pengujian pada 2024, juga pernah meraih gelar JWRC pada 2011. "Ini sangat berarti karena dia orang hebat. Dia atlet hebat dan saya harap dia beristirahat dengan tenang. Sangat indah bisa terlibat dalam sesuatu yang menyandang namanya. Itu sangat, sangat istimewa bagi kami," kata Turkkan.
Kemenangan Turkkan ini juga menjadi bukti bahwa ketekunan dan keyakinan pada diri sendiri akan membuahkan hasil. Meski keluarganya tidak bisa hadir di Chile karena jarak yang jauh, ia berencana merayakan gelar ini bersama mereka di Turki dua hari kemudian. "Sedih, terlalu jauh ke negara saya, jadi keluarga saya tidak bisa di sini bersama kami. Tapi saya akan berada di Turki dalam dua hari jadi kami bisa bersorak bersama," ujarnya sambil menghela napas.
Dengan gelar ini, Turkkan menutup babak juniornya dengan cara terbaik. Kini mata dunia motorsport akan tertuju padanya di WRC2 musim depan, di mana ia akan berusaha membuktikan bahwa potensinya tidak berhenti di level junior. Jika melihat daftar nama yang pernah meraih gelar JWRC sebelumnya, bukan tidak mungkin Turkkan akan menjadi bintang besar berikutnya di dunia reli.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!