Fabio Quartararo melontarkan sindiran tajam terhadap performa Yamaha setelah sesi practice MotoGP Catalunya 2026. Meski berhasil lolos langsung ke Q2 di posisi kesepuluh, pembalap Prancis itu mengaku tidak memahami bagaimana dirinya masih bisa mencatatkan lap kompetitif di tengah berbagai masalah motor.
"Kami berada di posisi pertama... dari bawah," ujar Quartararo sambil bercanda kepada para jurnalis setelah sesi Jumat di Barcelona.
Di balik candaan tersebut, Quartararo sebenarnya menggambarkan situasi serius yang masih dialami Yamaha. Pabrikan Jepang itu kembali kehilangan banyak kecepatan di lintasan lurus, dengan Quartararo mengungkap bahwa dirinya tertinggal hingga 15 km/jam dibanding motor tercepat di speed trap Catalunya.

Pembalap Monster Energy Yamaha MotoGP itu menjelaskan bahwa sesi Jumat berjalan sangat kacau sejak awal. Yamaha disebut mengalami masalah organisasi di pit, sementara Quartararo juga kesulitan memanaskan ban depan dalam kondisi grip rendah khas Circuit de Barcelona-Catalunya.
"Ini hari yang sulit, bisa dibilang berantakan. Kami melakukan satu out-lap tambahan, lalu dalam time attack saya memaksa motor di dua flying lap. Sejujurnya saya tidak tahu bagaimana saya bisa melakukannya," kata Quartararo.
"Kami kesulitan memanaskan ban depan dan saya mencatat 1 menit 38,9 detik di lap pertama. Untungnya kami masuk Q2, tetapi ini hari yang sulit," lanjut juara dunia MotoGP 2021 tersebut.
Dari sisi teknis, Yamaha masih menghadapi kombinasi masalah klasik berupa top speed rendah dan traksi yang belum stabil saat keluar tikungan lambat. Catalunya menjadi salah satu sirkuit paling sulit untuk Yamaha karena layout panjang dan karakter stop-and-go memperbesar kelemahan akselerasi motor M1 dibanding Ducati maupun KTM.
Quartararo juga mengungkap bahwa aerodinamika yang ia gunakan saat ini justru membuat motornya kehilangan sekitar 2 km/jam tambahan dibanding Yamaha lainnya. Situasi tersebut memperlihatkan bahwa pengembangan aero Yamaha masih belum menemukan kompromi ideal antara downforce dan efisiensi drag.
"Di sektor pertama kami kesulitan terutama pada top speed. Saya lebih lambat 15 km/jam dan itu jelas tidak membantu dalam time attack maupun balapan. Kami juga kehilangan traksi, tetapi kondisi trek sama untuk semua orang," ujar Quartararo.
Sementara Quartararo masih mampu menyelamatkan posisi Q2, rekan setimnya Alex Rins menjalani hari yang jauh lebih buruk. Pembalap Spanyol itu menutup sesi di posisi kedua dari belakang setelah mengalami crash dan terhalang yellow flag saat mencoba memperbaiki waktu.
"Ini sangat berat, saya benar-benar marah dan frustrasi. Sulit menemukan sisi positif hari ini karena kami hanya mengalami masalah," kata Rins.
Rins bahkan secara bercanda menyebut sumber utama masalah Yamaha hanyalah satu hal: motornya sendiri. Ia juga mengeluhkan kehilangan 10-12 km/jam di lintasan lurus serta rendahnya grip lintasan Barcelona yang membuat Yamaha semakin sulit kompetitif.
Situasi ini memperlihatkan bahwa Yamaha masih jauh dari konsistensi performa meski sempat menunjukkan kemajuan di Le Mans. Dengan degradasi ban tinggi dan karakter Catalunya yang sangat menuntut traksi, Yamaha diperkirakan kembali menghadapi akhir pekan sulit saat sprint race dan grand prix utama berlangsung.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!