Jack Miller mengantar proyek baru Yamaha V4 langsung ke Q2 Catalunya MotoGP 2026 setelah tampil kompetitif sepanjang Jumat di Barcelona. Di sisi lain, rekan setimnya, Toprak Razgatlioglu, mengaku kesulitan besar menghadapi karakter grip rendah Catalunya hingga merasa seperti mengendarai motor “di atas es”.
Pembalap Prima Pramac Yamaha itu menutup sesi practice di posisi kesembilan, hanya terpaut sekitar dua persepuluh detik dari catatan tercepat milik Pedro Acosta. Hasil tersebut menjadi akses Q2 langsung pertama Miller musim ini sekaligus sinyal penting bahwa pengembangan mesin V4 Yamaha mulai menunjukkan arah positif setelah sebelumnya tampil menjanjikan bersama Fabio Quartararo di Le Mans.
Miller menjelaskan bahwa Barcelona menjadi salah satu sirkuit yang sudah pernah ia gunakan untuk menguji prototipe V4 sebelumnya. Meski motor mengalami banyak perubahan dibanding versi awal tahun lalu, pembalap Australia itu merasa Yamaha mulai memahami area kerja optimal motor, terutama dalam menjaga traksi di kondisi grip rendah.

"Ketika Anda bilang selisih dua persepuluh detik dan posisi kesembilan, rasanya bahkan tidak nyata. Saya merasa nyaman sejak awal di Barcelona," ujar Miller kepada MotoGP.com.
"Kami memang masih kehilangan kecepatan di lintasan lurus. Saya rasa kami tertinggal sekitar 11 sampai 12 km/jam di speed trap, tetapi di sini Anda hanya benar-benar menggunakan power di straight utama. Di bagian lain trek, semua soal mencari traksi," lanjutnya.
Dari sisi teknis, perkembangan Yamaha terlihat terutama pada stabilitas motor saat keluar tikungan panjang dan pengendalian wheelspin di sektor akhir Catalunya. Karakter V4 baru disebut mulai memberikan akselerasi yang lebih linear dibanding konfigurasi sebelumnya, meski kekurangan top speed masih menjadi kelemahan utama melawan Ducati dan KTM.
Miller juga menilai progres Yamaha mulai terasa berkat kombinasi pengembangan saat race weekend dan kerja intensif tim penguji yang diperkuat Augusto Fernandez serta Andrea Dovizioso. Menurutnya, hasil di Catalunya menjadi dorongan moral penting setelah periode sulit yang dialami para engineer Yamaha dalam beberapa musim terakhir.
"Kami membuat kemajuan, tentu saja. Semuanya membutuhkan trial and error, testing, dan penyesuaian. Ini memang baru Jumat, tetapi rasanya seperti udara segar setelah periode yang sangat sulit bagi semua engineer," kata Miller.

Sementara itu, Razgatlioglu menjalani hari yang jauh lebih rumit pada debutnya menghadapi karakter grip Catalunya dengan motor MotoGP. Juara dunia WorldSBK tersebut hanya berada di posisi ke-19, meski gap-nya ke posisi terdepan sebenarnya masih relatif dekat yakni 0,821 detik.
"Pagi ini luar biasa, tetapi bukan dalam arti yang bagus, karena sejujurnya saya merasa tidak punya grip sama sekali. Rasanya seperti mengendarai motor di atas es," ujar Razgatlioglu.
Pembalap Turki itu mengaku sempat kembali ke pit untuk memastikan tidak ada masalah teknis pada motor Yamaha miliknya. Namun setelah mengikuti Quartararo beberapa lap, Razgatlioglu mulai memahami bahwa ia harus lebih mempercayai grip ban depan MotoGP dan meninggalkan kebiasaan riding style dari WorldSBK.
Adaptasi tersebut menjadi tantangan utama bagi Razgatlioglu karena karakter ban Michelin MotoGP dan aerodinamika motor prototipe sangat berbeda dibanding motor superbike produksi massal yang selama ini digunakannya. Catalunya sendiri dikenal sebagai salah satu sirkuit paling teknis untuk mengelola temperatur ban depan akibat kombinasi tikungan panjang dan minimnya grip alami aspal.
Meski masih tertinggal, Yamaha melihat Jumat di Barcelona sebagai indikasi penting bahwa proyek V4 mulai bergerak ke arah yang lebih kompetitif. Dengan Miller langsung lolos ke Q2 dan Razgatlioglu mulai memahami karakter motor MotoGP, Yamaha kini berharap bisa mempertahankan momentum pengembangan menuju sprint race dan grand prix utama akhir pekan ini.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!